Perjuangan Aisyah, Menghidupi Ibu dan Neneknya

Senin, 21 Juni 2021 12:14

Aisyah (11) gadis kecil yang merawat ibunya sambil bekerja ketika difoto di rumahnya yang sangat sederhana di Jl Rappoka...

Berpestasi di Sekolah, Jadi Tulang Punggung Keluarga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Usianya masih belia namun telah jadi tulang punggung keluarga. Himpitan hidup tak membuatnya patah semangat. Aisyah percaya di balik badai kehidupan ada pelangi yang menanti.

Aisyah harus ikhlas menerima keadaan di usianya yang masih belia. Usianya kini baru sebelas tahun. Namun sudah menjadi tulang punggung keluarga.

Ibunya kini terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Sedangkan Bapaknya pergi meninggalkannya entah kemana. Hilang tanpa jejak. Membawa serta salah satu adiknya.

Sejak usia sembilan tahun, Aisyah harus menjadi tulang punggung keluarganya. Merawat ibunya yang sakit, karena malnutrisi. Menanggung kebutuhan sehari-hari untuk kedua adik kecilnya. Serta masih mengurus neneknya.

Ia adalah gadis yang tegar. Tabah dalam menghadapi segala ujian. Tidak pernah mengeluh dengan keadaan. Tiap harinya ia harus menjual pelbagai macam kue adonan disela-sela sekolahnya.

“Sebelum terbit matahari, pergi ma’ menjual kue donat. Keliling ka’ dari ujung Jalan Reggae sampai ujung Jalan Pampang. Habis pi’ baru pulang Kak. Kalau belum habis, belum boleh pulang, biarpun panas mi’ matahari Kak,” curhat gadis cilik berparas ayu itu.

Selain tegar, Aisyah juga adalah gadis yang sangat penyayang dan penyabar. Berapapun yang ia peroleh dari penjualan kuenya, ia terima dengan penuh syukur.

Bagikan berita ini:
5
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar