Perjuangan Aisyah, Menghidupi Ibu dan Neneknya

  • Bagikan

Berpestasi di Sekolah, Jadi Tulang Punggung Keluarga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Usianya masih belia namun telah jadi tulang punggung keluarga. Himpitan hidup tak membuatnya patah semangat. Aisyah percaya di balik badai kehidupan ada pelangi yang menanti.

Aisyah harus ikhlas menerima keadaan di usianya yang masih belia. Usianya kini baru sebelas tahun. Namun sudah menjadi tulang punggung keluarga.

Ibunya kini terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Sedangkan Bapaknya pergi meninggalkannya entah kemana. Hilang tanpa jejak. Membawa serta salah satu adiknya.

Sejak usia sembilan tahun, Aisyah harus menjadi tulang punggung keluarganya. Merawat ibunya yang sakit, karena malnutrisi. Menanggung kebutuhan sehari-hari untuk kedua adik kecilnya. Serta masih mengurus neneknya.

Ia adalah gadis yang tegar. Tabah dalam menghadapi segala ujian. Tidak pernah mengeluh dengan keadaan. Tiap harinya ia harus menjual pelbagai macam kue adonan disela-sela sekolahnya.

"Sebelum terbit matahari, pergi ma' menjual kue donat. Keliling ka' dari ujung Jalan Reggae sampai ujung Jalan Pampang. Habis pi' baru pulang Kak. Kalau belum habis, belum boleh pulang, biarpun panas mi' matahari Kak," curhat gadis cilik berparas ayu itu.

Selain tegar, Aisyah juga adalah gadis yang sangat penyayang dan penyabar. Berapapun yang ia peroleh dari penjualan kuenya, ia terima dengan penuh syukur.

"Setiap harinya itu biasa saya dapat sekitaran Rp30 ribu. Itupun bukan untuk saya pribadi. Melainkan untuk kebutuhan rumah ji juga," ucapnya dengan mata yang mulai berkaca.

Suasana ruang tamu rumah Aisyah (kerudung merah) di Jl Rappokalling Timur Sabtu, 19 Juni. Gadis baik itu mengambil alih seluruh pekerjaan ibunya untuk menghidupi keluarganya karena ibunya sakit -- TAWAKKAL/FAJAR

Aisyah juga merupakan sosok gadis cilik yang cantik dan cerdas. Terbukti, ia seringkali mengikuti pelbagai kompetisi dan sering menang dalam kompetisi itu. Namun yang paling berkesan di hatinya adalah saat ia mampu membuktikan ke teman-temannya saat ia berhasil menjadi peringkat dua besar waktu ia duduk di bangku kelas 3 SD.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan