Protes, Ratusan Masyarakat Madura Geruduk Pemkot Surabaya

Senin, 21 Juni 2021 15:38

Ratusan massa, Senin (21/6). Foto: Arry Saputra/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JATIM — Ratusan masyarakat Madura menggeruduk Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6). Kedatangan mereka untuk menolak penyekatan dan kewajiban swab test di Jembatan Suramadu.

Warga protes karena menilai kewajiban tes usap mendiskriminasi dan merugikan warga Pulau Garam tersebut. Warga tampak memenuhi jalanan Wali Kota Mustajab.

Terlihat juga mobil komando yang memimpin para rombongan. Setelah memarkir kendaraan, salah satu orator mulai menyampaikan aspirasi.

“Kebijakan ini cuma merugikan warga Madura. Kami mau tes swab di Suramadu dihapuskan,” ucap korlap aksi.

Pedemo juga membawa beberapa poster bertuliskan “kami orang Madura butuh keadilan”, “jangan disekat terus kami mau kerja bukan kirim narkoba”, “jangan jadikan Jembatan Suramadu menjadi Jembatan Sirotol Mustaqim”. “Kami rakyat Madura bersuara di sini. Kami menyuarakan kepahitan,” ujar sang orator.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi keluar dari kantornya menemui mereka. Para pedemo menolak apabila ditemui tokoh lain. “Tidak ada negosiasi, kami minta Pak Eri menemui kami. Enggak usah ada swab antigen di Suramadu, itu tuntutan kami,” kata dia.

Salah satu Jubir Koalisi Masyarakat Madura Bersatu Ahmad Annur menilai bahwa kebijakan Pemkot Surabaya yang menerapkan penyekatan Suramadu adalah keputusan tebang pilih.

“Apa iya Covid-19 hanya menjangkit orang yang bepergian dan melintas Suramadu?” ucap dia.

Bagikan berita ini:
7
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar