Semangati Warga Marginal, Menteri Sosial Contohkan Sosok Raffi Ahmad dan Chef Renatta

Senin, 21 Juni 2021 21:26

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Biro Humas Pemkot Surabaya)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendirikan sentra kreasi atensi (SKA) di sejumlah balai milik Kemensos. Dia ingin para penerima manfaat bisa berdaya. Pada program ini, warga telantar/marginal diberi rehabilitasi sosial agar bisa berkreasi dan memiliki akses untuk kehidupan yang lebih baik. SKA juga menyediakan tempat untuk berbagi usaha.

”Diawali dengan pemberian pelatihan, mereka akhirnya bisa buka usaha kuliner di SKA milik Kemensos,” tuturnya dalam acara di SKA Balai Karya Pangudi Luhur Kemensos, Bekasi, dengan tajuk Workshop Memasak dan Motivational Talks kemarin (20/6).

Risma pun berharap SKA ini tidak hanya menjadi ajang etalase hasil karya mereka. Tetapi juga sebagai sarana mengembangkan jejaring usaha. Hal seperti itu pernah dikembangkan Mensos saat menjabat wali kota Surabaya. ”Saya di Surabaya mengembangkan program Pahlawan Ekonomi. Alhamdulillah, saat pandemi ketika banyak pihak yang sulit mengembangkan usaha, mereka malah mengalami kenaikan 100–200 persen,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma turut memotivasi para penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pada sesi masak bersama selebriti Raffi Ahmad dan chef Renatta Moeloek, dia mengungkapkan bahwa dua sosok itu tidak tiba-tiba sukses seperti sekarang. Mereka berjuang keras dan tidak mudah di awal perjuangannya. ”Tapi, karena bekerja keras, tidak putus asa, dan terus berdoa, mereka bisa sukses.”

Dalam kesempatan itu, Raffi juga menjelaskan perjuangan yang harus dilaluinya sebelum meraih sukses seperti sekarang. Mulai ikut casting sejak umur 13 tahun hingga menempuh perjalanan dari Bandung ke Jakarta sendirian. ”Sudah antre dari pukul 09.00, eh nggak diterima,” ucapnya, lantas tertawa.

Namun, Raffi tak menyerah. Dia terus berusaha. Pelan-pelan, dia pun mendapatkan peran kecil-kecilan dengan honor kecil juga. ”Saya dapat honor Rp 200 ribu, Bu. Saya buat sewa hotel yang tarifnya Rp 20 ribu. Kepotong lagi uang transpor,” kenangnya.

Chef Renatta pun sama. Dia mengawali kariernya dengan menawarkan jasa memasak untuk orang lain. ”Door-to-door, Bu. Karena masakannya enak, saya bisa mendapatkan job memasak,” ungkapnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
3
8
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar