Belajar Hidup Sendiri

Selasa, 22 Juni 2021 08:32

Disway

Oleh: Dahlan Iskan

SANG suami akhirnya bisa menerima sang istri pergi. Selamanya. “Setidaknya kami telah merasa mendapat tambahan umur 5 tahun,” ujar Prof Dr Soehartono DS, ahli kandungan terkemuka Surabaya.

Sang istri, Evie Ratsmawati, meninggal dunia Minggu dini hari kemarin –akibat kanker paru. Usianyi 66 tahun– sembilan tahun lebih muda dari suami.

Bagaimana seorang penderita kanker paru stadium 4 bisa bertahan selama lima tahun? “Itu karena obat Tyrosine Kinase Inhibitor,” ujar sang suami. Itulah obat penahan berkembangnya kanker.

Yang ia juga bersyukur adalah: selama lima tahun terakhir itu kualitas hidup sang istri tidak menurun. Tetap bisa main tenis. Melakukan umrah yang ke-8. Jalan-jalan ke Eropa. Juga ke Amerika. Ke Tiongkok. Ke Canada. Ke mana saja. “Kami tidak seperti orang sakit,” ujar dokter yang biasa saya panggil Mas Ton.

“Terus terang saja, saya ingin menyenangkan istri saya semaksimal mungkin,” katanya.

Awalnya di tahun 2016. Suami-istri ini melayat sejawat mereka: Prof Dr Herlin Megawe. Sang istri batuk-batuk. Di bawalah ke dokter. Lalu dicarikan second opinion ke Singapura. Benar. Kanker paru. Langsung stadium 4.

Saat itu obat TKI (Tyrosin Kinase Inhibitor) sudah ditemukan. Bahkan generasi ke-2 nya baru saja ditemukan. Maka Evie meminum TKI generasi dua. Bentuknya pil. Diminum tiap hari.

Bagikan berita ini:
8
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar