Fee 30 Persen Mengalir kepada Oknum Dewan, Ke Siapa Saja?

Selasa, 22 Juni 2021 11:10

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Kasus fee sosialisasi kecamatan di Pemkot Makassar belum selesai. Kubu terdakwa meyakini camat lain dan oknum legislator terlibat kala itu.

Hamri Haiya merupakan terdakwa dalam kasus ini. Dia eks Camat Rappocini yang mejadi tersangka pada 19 Februari 2020. Selanjutnya, kasusnya masuk ke pengadilan. Dalam sidang, ia dijatuhi pidana penjara tiga tahun dan denda Rp100 juta subsider 2 dua bulan kurungan.

Plus membayar uang pengganti sebesar Rp488 juta subsider dan satu tahun penjara. Terakhir, sudah ada keputusan dari Pengadilan Tinggi (PT) Makassar, 1 April 2021. Selain hukuman penjara, Hamri juga diwajibkan membayar denda.

Rinciannya, dia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan. Juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp488 juta subsider satu tahun penjara.

Hanya saja, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Penasihat Hukum (PH) Hamri Haiya, sama-sama tidak puas dengan putusan PT. Keduanya sama-sama mengajukan kasasi.

Hamri merupakan tersangka kedua dalam kasus ini. Mantan Kepala BPKAD Kota Makassar Erwin Syafruddin Haiya terlebih dahulu. Terakhir, untuk kasus Erwin, sudah ada vonis dari Mahkama Agung (MA).

Erwin dipidana penjara 10 tahun dan denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Serta uang pengganti Rp18,76 miliar subsider pidana penjara empat tahun.

Bagikan berita ini:
5
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar