Haedar Nashir: Jiwa Negarawan Bung Karno Melintasi Batas dan Zaman

  • Bagikan
Soekarno

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam peringatan 51 tahun wafatnya Soekarno mengatakan bahwa Presiden pertama RI itu sampai saat ini selalu menjadi kenangan dan jejak sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Dikatakan, Bung Karno sebagaimana tokoh bangsa lain tentu sebagai manusia biasa punya kekurangan dan kelebihan, tetapi sebagai tokoh perjuangan bangsa, Bung Karno memiliki tempat khusus di hati rakyat Indonesia.

Dari kaca mata Haedar Nashir, terdapat lima pelajaran yang dapat dipetik dari jejak perjuangan Bung Karno. Pertama, Bung Karno telah memberi contoh dalam pengkhidmatan perjuangan dan pengorbanan yang tanpa pamrih untuk Indonesia, baik saat melawan penjajah maupun setelah Indonesia merdeka.

Kedua, Bung Karno merupakan sosok yang bersahaja dan mencintai rakyat kecil, sampai akhir khayatnya Bung Karno dikenang tidak berlimpah harta dan materi.

"Tetapi sejarah perjalanannya beliau sangat mencintai rakyat kecil dari lahir dan batin," tutur Haedar, Selasa (22/6/2021).

Ketiga, dari Bung Karno kita belajar tentang sosok pemimpin yang cerdas berilmu, berwawasan dan bervisi kebangsaan yang melintas batas.

"Bung Karno sosok pembelajar yang haus akan ilmu, belajar pada siapa pun, termasuk kepada Cokro Aminoto, Kiyai Dahlan dan tokoh lain yang menjadi rujukan dari perjalanannya. Bung Karno juga sosok yang gemar membaca dan visi kebangsaanya melampaui pada zamannya," bebernya.

Keempat, Bung Karno juga sosok yang mampu mengintegrasikan keagamaan, keislaman dan kebangsaan. Ketika piagam Jakarta kemudian kompromi, lalu lahir kesepakatan yang menjadi dasar konstitusi 18 Agustus 1945 tentang Pancasila dalam sila ketuhanan yang maha esa adalah bukti dari Bung Karno yang selalu mencari titik temu tentang agama, dan keislaman keindonesiaan.

  • Bagikan