Humas Bayaran Gentayangan, Publik Bingung Mana yang Benar dan Seolah-olah Benar

Selasa, 22 Juni 2021 18:37

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Di Provinsi Sulawesi Selatan, hanya terdapat 14 media yang terverifikasi administrasi dan faktual dewan pers. Dan hanya 53 media yang terverifikasi administrasi dewan pers.

Sementara media siber hanya 29 yang terverifikasi. Lengkapnya dapat dilihat di website dewan pers, dewanpers.or.id.

Kemudahan pembuatan website dengan platform seperti wordpress dan blogger, memicu menjamurnya sejumlah website berita. Bermodal domain dan hostingan, website berita pun sudah dapat kita miliki.

Di tengah kemudahan itu, banyak ditemukan website berita yang tidak legal yang tanpa standar kualitas, kredibilitas, integritàs, dan trust. Tak hanya itu, bahkan menyebarkan informasi berbau provokasi hingga kabar bohong.

Tak hanya itu, ditemukan pula sejumlah berita yang dipublikasikan media yang tidak legal itu dengan mengkloning berita dari media lain.

Dalam praktiknya pun menggunakan nama yang mirip perusahaan pers besar, sehingga dapat merugikan perusahaan pers lainnya.

Pengamat Pemerintahan Universitas Bosowa, Arief Wicaksono mengatakan kecenderungan institusi pemerintah memfasilitasi buzzer atau media tidak terverifikasi dewan pers ini cukup besar.

Ia menyebut hal ini menjadi pangkal penyebaran hoaks di Indonesia cukup tinggi, bahkan menjadi industri di negeri ini.

Dewasa ini, buzzer seolah-olah menjadi industri yang menjamur di negeri ini. Cukup memiliki banyak pengikut, mereka dapat dengan mudah memperdagangkan opini publik.

Bagikan berita ini:
2
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar