Makam Nasrani di Solo Dirusak, Ferdinand: Perilaku Gila Kaum Sesat

Selasa, 22 Juni 2021 13:26

Ferdinand Hutahaean (Foto: JPNN.com/GenPI.co)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean murka dengan kasus pengrusakan makam Nasrani di komplek pemakaman umum Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Simbol-simbol Nasrani berupa salib dan lainnya yang ada di situ, dirusak oleh sekelompok anak-anak.

“Orang mati saja diganggu. Perilaku gila dari kaum sesat yang ingin hidup homogen. Betapa lemahnya iman mu cuk, takut melihat simbol-simbol tertentu,” tulis Ferdinand Hutahaean di Twitternya, Selasa (22/6).

Mantan kader Partai Demokrat ini menilai, pengrusakan itu seperti jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

“Beragama itu mestinya membuatmu jadi manusia berakhlak mulia, bukan jadi seperti hewan yang tak berbudi pekerti,” katanya.

Ferdinand menduga, anak-anak yang melakukan pengrusakan itu didoktrin oleh kelompok tertentu.

“Semakin hari, kaum perongrong Pancasila semakin berani dan semakin bertambah komunitasnya. Banyak orang lugu dan polos ditipu dgn janji surga yang entah bagaimana mereka akan mendapat surga dengan kejahatan. Lawan dan usir qadrun pemecah belah bangsa,” katanya.

Diberitakan, sebanyak 12 makam di komplek pemakaman itu dirusak. Sebagian besar makam yang dirusak milik nasrani.

Perusakan diduga dilakukan oleh anak-anak yang merupakan murid sebuah tempat belajar mengaji di sekitar makam. Kejadian ini juga membuat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming turun langsung ke lokasi kejadian. (fin/fajar).

Bagikan berita ini:
1
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar