Wabup Gowa Bersama LSM Keluhkan Penambang Ilegal di DAS Jeneberang

Selasa, 22 Juni 2021 21:11

IST

“Nah keduanya ini sama-sama sudah dianggap tidak wajar. Cara menambangnya sudah di luar dari aturan,”ucapnya.

Telah diperiksa atau uji kelayakan cara menambangnya, ternyata keluar dari titik koordinat aturan. Kerusakan itu cukup parah, karena terjadinya pengikisan di area dasar.

“Lapisan sampocket (tingkatan) satu sampai ke lapisan dua seharusnya sudah tidak boleh digarap. Tetapi realita yang terjadi, penambang diduga mengambil material-material pasir di sungai sehingga terjadilah kerusakan fisik dilapisan tersebut,”ucapnya.

Ketua Lembaga Poros Rakyat, M Jaffar Siddiq mengatakan sejauh ini diketahui ada 15 perusahaan yang terlibat dalam penambangan di Je’neberang. Perusahaan ini akan diselidiki siapa yang melanggar.

“Makanya kami datang ke kantor Gakkum BPPHLHK Sulawesi Selatan, membicarakan hal ini. Membicarakan DAS yang sifatnya tidak bisa atau dilarang untuk digarap,”ucapnya.

Pihak LSM mendesak agar kiranya mampu melestarikan kembali alam di Gowa. Kemudian masalah ini dapat di proses.

Kepada FAJAR, Selasa, 22 Juni saat di wawancara. Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf mengatakan terkait penambangan yang ada di DAS Jeneberang, Pemkab Gowa tidak pernah memberikan izin melakukan penambangan. Sebab di tahu bahwa kegiatan itu bisa merusak ekosistem dan lingkungan.

Bagikan berita ini:
2
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar