Beasiswa Berseliweran, Anak Didik Pemasyarakatan Juga Butuh

  • Bagikan

Selain LPKA, peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) juga sangat penting dalam rangkaian Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) mulai dari tahap penyidikan (pra adjudikasi), pendampingan di persidangan (adjudikasi), dan setelah pengadilan (post adjudikasi) sebagai klien pemasyarakatan untuk kepentingan terbaik bagi Andikpas.

Jika diurai lebih jauh ragam kebutuhan pembinaan Andikpas begitu kompleks. Tentunya kewajiban partisipasi dalam pembinaan tersebut menjadi tanggung jawab semua elemen terkait. Adanya sedikit perhatian pada pendanaan pembinaan Andikpas tentu akan berkontribusi pada pembangunan kepribadian Andikpas.

Adapun pendidikan paket penyetaraan tetap sangat bermafaat untuk menjamin keberlangsung masa pendidikan mereka, namun akan lebih baik jika substansi pembinaan pendidikan tersebut dapat berbuah hasil kesadaran, terjadi perubahan pola pikir dan pola perilaku yang lebih baik dan produktif. Hal tersebut tentunya menuntut penyajian pola pendidikan yang terencana dan berkelanjutan dengan intensitas pertemuan terstandar dan kualitas sajian materi yang komprehensif.

Sekali lagi mereka juga adalah anak negeri ini, negara berkewajiban memfasilitasi memenuhi hak pendidikan mereka. Beragam aturan beserta turunannya menjelaskan hal tersebut. sebut saja UU Sistem Pendidikan Nasiona (20/2003), UU Sistem Peradilan Anak (11/2012), dan Kepres tentang Konvensi Hak-Hak Anak (36/1990)

Semuanya tampak ideal, namun untuk mencapai tujuan tersebut secara optimal sepertinya sulit dengan instrumen penunjang yang serba terbatas, sedikit cucuran beasiswa dari lembaga donor manapun tentu sangat berguna bagi pengembangan karakter mereka, 1.997 Andikpas yang tersebar pada UPT Pemasyarakatan di tiap Provinsi (SDP 10/06/2021).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan