Caketum Kadin Arsjad Rasjid Kantongi Dukungan Kadin Sulbar

Rabu, 23 Juni 2021 15:01

Calon Ketua Kadin, Arsjad Rasyid saat berpidato di acara deklarasi dukungan Kadin Sulbar di Mamuju, Selasa, 22 Juni 2021

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Calon Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menyambangi Sulbar untuk ketiga kalinya sejak proses pencalonan. Bekas Direktur PT Indika Energy ini datang bersama Menteri Investasi dan BKPM, Bahlil Lahadalia.

Arsjad dan Bahlil diterima di kediaman pribadi Ketua Kadin Sulbar, Taslim Tammauni. Dalam acara silaturahmi tersebut juga dirangkaikan dengan pembacaan deklarasi dukungan kepada Arsjad.

Deklarasi ini dibacakan langsung oleh putra Ketua Kadin Sulbar, Fachryan Taslim yang juga merupakan pengurus Kadin Sulbar.

“Saya bersyukur mendapat dukungan dari Kadin Sulbar. Dukungan ini amanah, yang harus saya pertanggung jawabkan,” ujar Arsjad, Selasa malam (22/7/2021).

Arsjad menegaskan tujuan utamanya maju menjadi orang nomor satu di Kadin adalah menghidupkan sinergi antara semua kelas pengusaha. Tak terkecuali para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pengusaha mikro dan menengah akan kita angkat dan bagaimana agar bernisergi dengan program-program pemerintah,” ucapnya.

Untuk Sulbar sendiri, Arsjad menyorot sejumlah potensi SDA. Salah satunya, sektor perikanan dan kelautan.

“Saya sudah catat beberapa. Di Sulbar, poinnya, perlu kolaborasi pengusaha kecil dan besar,”ujarnya.

Pembacaan deklarasi dukungan Kadin Sulbar kepada Calon Ketua Kadin, Arsjad Rasjid di rumah pribadi Ketua Kadin Sulbar, Taslim Tammauni

Senada dengan Ketua Kadin Sulbar, Taslim Tammauni. Ia juga mengusulkan agar Sulbar bisa membangun terminal ikan agar hasil tangkapan nelayan bisa memiliki nila jual lebih.

“Kita punya potensi dari pesisir pantai,” ujarnya.

Untuk diketahui, proses pemilihan Ketum Kadin akan dilakukan pada Munas VIII Kadin di Kendari pada 30 Juni 2021 nanti. Pada Munas ini, Arsjad bersaing dengan Anindya Bakrie.

Taslim juga berharap agar wilayah perairan Sulbar mendapat penjagaan ketat dari Angkatan Laut dan Korps Kepolisian Perairan dan Udara. hal ini u penting, kata dia, agar ada yang mengawasi proses penangkapan ikan di lautan.

“Jangan sampai masuk penangkap ikan yang jahil. Pakai bom atau pakai pukat harimau,” ungkapnya. (Wir/Fajar)

Bagikan berita ini:
8
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar