DPRD Makassar Ingin Bungkam Media

Rabu, 23 Juni 2021 12:00

Gedung Kantor DPRD Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — DPRD Makassar bersikap antikritik. Ingin membungkam media melalui kerja sama. Media yang konsisten melakukan kontrol kinerja dewan, langsung diputus kerja samanya.

Kasubag Humas Sekretariat DPRD Makassar, Taufiq Nasdir mengungkap sikap DPRD Makassar melalui grup WhatsApp.

Taufik mengaku memutus kontrak media karena selama ini kerap memberitakan negatif. Dia menyebut pemberitaan kontrol terhadap kinerja dewan sebagai berita negatif.

Beberapa pemberitaan yang menyorot kinerja DPRD Makassar di antaranya pemasangan portal elektronik di kawasan kantor DPRD. Portal itu dianggap membatasi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.

Program lain yang kini menjadi sorotan media adalah anggaran jumbo makan-minum. DPRD Makassar mengalokasikan anggaran makan-minum rapat mencapai Rp2,6 miliar.

DPRD Makassar juga mengalokasikan anggaran belanja jasa tenaga pengamanan senilai Rp400 juta. Sementara selama ini, pengamanan di kantor pemerintahan, termasuk DPRD Makassar, dilakukan oleh Satpol PP.

Taufik juga berdalih memutus kontrak media yang kerap melakukan kontrol kinerja dewan sebagai keprihatinan di masa pandemi Covid-19.

Anggaran yang dipangkas tidak digunakan untuk penanganan Covid-19, melainkan hanya dijadikan sisa dana atau silpa untuk digunakan tahun depan.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, Fajriani Langgeng mengatakan, langkah DPRD berupaya membungkam media melalui kontrak kerja sama tidak elegan. Kontrak kerja sama tidak membuat kontrol terhadap kinerja DPRD Makassar berkurang. Salah satu fungsi media adalah kontrol sosial.

Bagikan berita ini:
7
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar