Mau Tidak Mau, UMKM Harus Bertransformasi Digital Lewat Marketplace

Rabu, 23 Juni 2021 09:21

Marketplace

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting untuk dilakukan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Metode digital market adalah salah satu strategi jitu untuk tetap mempertahankan geliat UMKM di tengah pandemi.

UMKM perlu terus beradaptasi dan bertransformasi secara cepat. Terlebih, pemerintah telah menaruh konsen terhadap sektor ini. Beberapa program bahkan telah diluncurkan, mulai dari pemberian bantuan modal kerja, subsidi kredit UMKM, hingga relaksasi bunga kredit perbankan.

Tercatat, Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro yang sudah tersalurkan hingga saat ini menggapai 9,8 juta usaha mikro atau setara dengan Rp11,76 triliun. Jumlah tersebut mencapai 77 persen dari pagu anggaran yang totalnya senilai Rp16,36 triliun.

Dari bantuan yang diterima, beberapa lembaga merilis survei bahwa mayoritas para pelaku UMKM membelanjakan bantuan tersebut untuk membeli bahan baku dan barang modal.

Meski begitu, untuk memastikan produk mereka tetap eksis di pasaran perlu didorong upaya digitalisasi.

Pemerintah Kota Makassar telah menangkap kebutuhan akan pentingnya UMKM beralih ke digital market. Karena itu, program pelatihan pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan SDM terus dilakukan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar Evi Aprianty mengungkapkan saat ini jumlah UMKM yang ada di Kota Makassar sebanyak 13.077. Menurut dia, UMKM adalah bisnis yang tidak pernah lepas dari perhatian pemerintah.

Bagikan berita ini:
6
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar