Tersangka Bom Ikan Terancam Hukuman Mati

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Jantung delapan tersangka bom ikan di Sulsel tiba-tiba berdetak cepat, setelah mendengar ucapan Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam membacakan ancaman hukuman bagi para nelayan tersebut.

Pembacaan itu dilakukan saat pihaknya menggelar konferensi pers di kantor Ditpolairud Polda Sulsel, Jalan Ujung Pandang, Makassar, Rabu (23/6/2021) pagi tadi.

Jenderal polisi dua bintang ini membacakan ancaman hukuman para tersangka, atas ulahnya mencari ikan dengan cara pengeboman menggunakan bahan peledak dengan daya ledak tinggi hingga merusak ekosistem laut.

Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini bilang, para tersangka itu diancam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, dan atau pasal 84 ayat (1) UU RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

"Pidana penjara hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi – tingginya dua puluh tahun," katanya di hadapan wartawan.

Tidak hanya hukuman penjara saja. Denda juga menanti para nelayan ini.

"Dan atau pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1.2 miliar rupiah," jelasnya.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara tingkat provinsi Sulsel ini melanjutkan, bahan peledak itu masuk dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut hingga sampai ke tangan delapan nelayan itu.

"Pupuk Amonium Nitrate (rangkaian bahan peledak) itu sebagian besar berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut ke Kalimantan masuk sampai Sulsel. Lalu diedarkan di pulau-pulau di Sulsel," jelasnya.

Tak hanya pupuk amonium saja, juga ada alat peledak lainnya berupa detonator sebagai pemicu ledakan. Bahan ini, kata Merdi, berasal dari luar negeri yang diselundupkan masuk ke indonesia melalui jalur laut ke perairan Sulsel dan sampai ke para nelayan tersebut.

"Juga ada sumbu api sebagai pengantar panas merupakan pabrikan maupun rakitan yang biasanya dibuat di indonesia," tambah Merdi kepada wartawan.

"Jadi ada sekitar 101 buah bom ikan yang sudah terangka dan detonator 100 batang. Daya ledaknya ada yang low dan ada pula yang high," sambung mantan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. (ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan