BPK 6 Bulan Ulur Hasil Audit RS Batua

Kamis, 24 Juni 2021 14:24

DIAUDIT BPK.Kondisi RS Batua. IDHAM AMA/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dinilai lamban dalam perhitungan kerugian negara proyek Rumah Sakit Batua Makassar. Sudah enam bulan, namun hasil tak kunjung keluar.

Sejak pekan lalu, hasil diaudit dinyatakan sudah selesai. Namun, hingga kemarin, tak kunjung diserahkan ke penyidik Polda Sulsel. Sementara, penyidik menyandarkan penanganan kasus ini pada hasil audit itu.

Peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Anggareksa menilai BPK seolah-olah mengulur waktu. Kasus ini sudah bergulir sejak akhir 2020. Karenanya, wajar BPK RI dinilai tidak progresif dan tidak mendukung pemberantasan korupsi.

“Harusnya BPK tampil profesional dalam segala penanganan kasus,” kata Angga, sapaan Anggareksa, kemarin.

Dia pun berharap agar KPK bisa berkomunikasi ke BPK untuk segera merampungkan audit kerugian negara. “Jika memang BPK belum juga menyelesaikannya, KPK sebaiknya mengambil alih kasus RS Batua,” katanya.

Eks Editor Ahli Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, Bastian Lubis mengatakan selama 18 tahun bekerja di bidang audit keuangan negara dan terlibat langsung dalam memeriksa laporan audit BPK, tak bisa dipungkiri ada banyak hal yang saat ini menyedihkan.Menurutnya di salah satu lembaga negara tersebut juga ada sejumlah oknum yang memang kerap bermain. Olehnya itu, BPK mesti segera membeberkannya.

“Dugaan permainan oknum BPK banyak di tim auditornya, ketua, atau anggotanya. Lembaganya, sih, bagus, tetapi di oknumnya ini,” ucapnya.

Bagikan berita ini:
1
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar