Emosional Coreng Citra Wakil Rakyat

Kamis, 24 Juni 2021 12:12

DPRD SULSEL

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bersitegang dalam proses pengambilan kebijakan wajar dalam demokrasi. Namun ketika sampai emosional di luar forum, dianggap tak wajar.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menuturkan bersitegang dalalam forum hanya konteks adu argumen saja. Ketika bersitegang setelah forum, itu sesuatu yang tidak semestinya dilakukan, karena sudah melampaui kadar profesionalisme. “Akan menjadi bahan penilaian masyarakat terkait etika dewan perwakilan mereka,” nilai Ali Armunanto, Rabu, 23 Juni.

Menurutnya, anggota dewan seharusnya menonjolkan sifat yang lebih dewasa, elegan, kemampuan mengendalikan emosi, dan lebih meningkatkan kecerdasan, kemampuan argumen, serta kemampuan negosiasi.

Ketika bersitegang di luar forum, apalagi hingga nyaris adu otot, Ali menilainya tidak elegan lagi dan tak layak dipertontonkan ke khalayak sebagai pablik figur. Anggota dewan seharusnya bisa menjaga etika dan memberikan contoh yang baik ke publik.

“Sebagai perwakilan rakyat, semestinya tidak berperilaku kekanak-kanakkan atau seperti orang tidak berpendidikan sampai melakukan hal seperti itu,” terangnya.

Ali mengatakan apabila suatu program tidak masuk dalam agenda pembahasan kebijakan, tetapi terus berkeras atau ngotot, maka dapat dianggap lucu. Hal itu menunjukkan ketidakdewasaan dan ketidakmatangan berpikir dalam berdemokrasi.

Apa yang ditunjukkan para legislator di gedung DPRD adalah sesuatu yang mesti disoroti. Kalau sudah telanjur beredar ke publik, kata Ali, sebaiknya mereka membuat klarifikasi. Membuat pernyataan supaya tidak menjadi contoh yang buruk.

Bagikan berita ini:
10
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar