Garuda Indonesia Kurangi Rute Internasional, Ekonom: Maksimalkan Penerbangan Dalam Negeri!

Kamis, 24 Juni 2021 15:36

Garuda Indonesia

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Maskapai nasional Garuda Indonesia akhirnya memutuskan untuk menutup sejumlah rute penerbangan internasional. Penutupan mulai diterapkan pada Juli mendatang.

Penutupan ini menjadi sebagai salah satu upaya yang dilakukan maskapai plat merah tersebut demi menyehatkan keuangan perusahaan yang dilanda utang triliunan.

PT Garuda Indonesia (Persero) diketahui memiliki utang mencapai Rp 70 triliun dan diperkirakan terus bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, beban biaya Garuda Indonesia mencapai 150 juta dollar AS per bulan, sementara pendapatannya hanya 50 juta dollar AS, yang berarti rugi 100 juta dollar AS atau sekitar 1,43 triliun (kurs Rp 14.300 per dollar AS) setiap bulannya.

Pakar Ekonomi UIN Alauddin Makassar, Murtiadi Awalauddin menilai kebijakan penutupan sejumlah rute internasional merupakan langkah awal Garuda Indonesia untuk mengurangi biaya operasional yang merupakan satu diantara beberapa penyebab biaya membengkak.

“Kebijakan ini sesuai masukan dari Menteri BUMN untuk lebih fokus ke konsumen dalam negeri karena melihat pangsa pasar luar negeri yang tidak terlalu menarik,” ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Murtiadi menerangkan, berdasarkan data yang diliris BUMN, ternyata 78% pengguna pesawat (turis) didominasi oleh pengguna lokal dengan pengeluaran Rp 1.400 triliun. Sementara 22% pengguna pesawat dari asing dengan pengeluaran Rp 300 triliun. Karena itu, kebijakan untuk menutup sejumlah rute internasional dinilai sudah tepat sebagai langkah awal.

Bagikan berita ini:
2
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar