Jenazah Covid Diangkut Truk, Wagub DKI Bantah

Kamis, 24 Juni 2021 13:33

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Foto: Firdausi/PojokSatu.id

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah jenazah Covid diangkut dengan menggunakan truk. “Semua jenazah COVID-19 diantar dengan ambulans,” tegas Riza dikutip dari Antara, Rabu (23/6/2021).

Riza memastikan, pengangkutan jenazah Covid di DKI Jakarta belum menggunakan truk. Kendati sekalipun tingkat kematian pasien Covid-19 di Ibukota memang berkategori tinggi sejak beberapa hari terakhir. “Pengangkutan dengan truk sejauh ini belum pernah dilaksanakan,” sambungnya.

Sebaliknya, Riza memastikan bahwa armada ambulans di DKI masih cukup untuk mengantar jenazah Covid ke TPU.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki total lebih dari 50 unit ambulans.

Itu juga masih ditambah dengan bantuan armada ambulans dari partai politik di DKI Jakarta.

“Itu juga bisa digunakan, belum lagi RS, puskesmas dan lainnya. Jadi Insyalah jenazah covid akan tetap diantar dengan ambulans,” tandasnya.

Dibantah Kadis Pertamanan

Bantahan juga disampaikan Kepala Dinas Pertamanan dan Hitan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati.

Suzi memastikan, tidak ada jenazah Covid-19 yang diangkut dengan menggunakan truk untuk dimakamkan dengan protokol Covid-19.

“Enggak ada. Hari ini sudah kami tangani dengan ambulans dan sudah tuntas tidak ada,” tegas Suzi dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (23/6/2021) malam.

Sampai saat ini, ia menegaskan bahwa pengangkutan jenazah Covid menggunakan truk sebatas simulasi dan terus dievaluasi.

“Ini baru simulasi, belum ada kita ke arah sana,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta, Edi Sumantri menyatakan, penggunaan truk untuk mengangkut jenazah Covid-19 karena ambulans sudah kewalahan sejak beberapa hari terakhir.

“Dinas Pemakaman tidak sanggup, sudah capek semuanya. Sampai jam 6 sore tadi saja sudah 146 jenazah, sisanya masih ditaruh,” katanya.

“Hari ini diangkat karena ambulans tidak mungkin lagi, akhirnya dengan truk berkapasitas delapan peti mati,” sambungnya.

Untuk pemakaman jenazah Covid, kata Edi, membutuhkan dana yang tidak sedikit dan hampir dipastikan menguras dana belanja tidak terduga (BTT) DKI.

Dalam rangka pemakaman tersebut, BTT DKI dikucurkan pada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mencapai Rp13,02 miliar.

Rinciannya, untuk pengadaan peti jenazah, baju alat pelindung diri atau APD senilai Rp4,63 miliar.

Lalu penyaluran insentif bulan Januari hingga Maret 2021 mencapai Rp5,22 miliar dan pengadaan peti jenazah, masker sarung tangan karet senilai Rp3,16 miliar. (ruh/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
4
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar