Kasus Covid-19 di Pulau Jawa Meledak, Epidemiolog Sarankan Sulsel PSBB

Kamis, 24 Juni 2021 19:36

Satgas Covid-19. (ilustrasi)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Status zona hijau penyebaran Covid-19 di Sulsel tidak boleh membuat pemerintah lengah. Protokol kesehatan ketat harus tetap dijaga.

Bahkan, Ahli epidemiologi Unhas, Prof Ridwan Aminuddin, menyebut Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) perlu dipertimbangkan. Apalagi kasus Covid-19 di Pulau Jawa tengah melonjak drastis.

Berdasarkan data sebaran kasus baru Covid-19 kemarin, DKI Jakarta mencatatkan sebagai daerah dengan kasus baru Covid-19 tertinggi.

DKI Jakarta mencatatkan sebanyak 4.693 kasus baru, yang disusul oleh Jawa Barat sebanyak 2.910 kasus baru. Kemudian Jawa Tengah sebanyak 2.595, Jawa Timur 873, dan DI Yogyakarta 694 kasus baru.

“Untuk Sulsel penerapan PSBB harus diterima sebagai suatu upaya untuk tingkatkan kedisiplinan warga, untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. Termasuk melakukan pembatasan perjalanan,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Status Sulsel dan Makassar sebagai gerbang Indonesia Timur mesti diwaspadai pemerintah. Lalu lintas masyarakat yang tergolong tinggi berpotensi menyebarkan virus Covid-19 masuk ke Sulsel.

“Sebenarnya poin pentingnya untuk mengurai penularan yang tinggi di pulau Jawa. Nasional kan kasusnya di 14.000-an, nah ini sangat tinggi dan tidak menutup kemungkinan kasus ledakan pulau jawa berdampak ke luar pulau jawa. Itu bisa saja ke Sulsel,” ujarnya.

Selain itu pemerintah perlu mengambil tindakan untuk memperketat pintu-pintu masuk. Masyarakat yang masuk utamanya dari daerah zona merah perlu dimonitor dengan baik.

Bagikan berita ini:
9
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar