Kejati Curigai Siasat Pecah Proyek DPRD Makassar

Kamis, 24 Juni 2021 14:05

BPK: Itu Dilarang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –Pemecahan menjadi beberapa item dalam proyek renovasi Kantor DPRD Makassar, mencurigakan. Sejatinya, proyek itu hanya satu pengerjaan.

Khususnya untuk renovasi gedung kantor. Proyek bernilai total Rp752 juta itu, dipecah menjadi sembilan item. Secara umum proyek fisik di Sekretariat DPRD Makassar senilai Rp1,33 miliar.

Selain renovasi kantor, juga ada pemeliharaan rumah negara yang juga dipecah menjadi tujuh item dengan nilai Rp490 juta. Yang aneh, proyek renovasi kantor dipisahkan dengan proyek pos jaga dan taman yang lokasinya masih di area yang sama.

Kepala Seksi Penerangan Umum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Idil menyampaikan item belanja di suatu institusi yang sengaja dipecah-pecah padahal pengerjaannya bisa dikerjakan dalam satu item belanja, akan jadi atensi.

“Bisa saja ini dicurigai jika ada yang memakai cara begitu (dipecah-pecah menjadi beberapa item). Jika misalnya bisa dikerjakan satu kali, tetapi dengan maksud tertentu dipecah-pecah, itu salah,” beber Idil, Rabu, 23 Juni.

Jika item belanja atau proyek pengerjaan yang pada dasarnya bisa dikerjakan sekaligus, tetapi lantas sengaja dipecah-pecah dengan tujuan penunjukan langsung, hal itu dapat dipertanyakan.

“Kan tidak efektif jika pecah-pecah begitu,” urainya.

Kecuali, proyek pengerjaan tersebut hanya mampu dikerjakan secara khusus oleh satu perusahaan, maka bisa saja terjadi. “Contoh, pengerjaan instalasi. Itu butuh keahlian khusus sehingga dipecah, itu bisa saja,” bebernya.

Bagikan berita ini:
8
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar