Ketika Wakil Rakyat Pesta Makan Minum di Atas Gizi Buruk Rakyat

  • Bagikan

Biasanya, mereka yang idealis itu, suaranya nyaris tak terdengar. Mereka kerap dituduh melawan arus, sok suci dan tak bisa mengerti "gaya hidup politikus". Ketika diberi pilihan mau loyal pada partai atau loyal kepada rakyat, maka secara terpaksa harus loyal kepada partai (berikut pimpinannya). Maka rakyat pun ditinggal sejenak. Meski pun ini bisa jadi bersifat kasuistik. Betapa tidak, karena partai didirikan dan eksis berdiri karena rakyat. Meski pun konon itu hanya di atas kertas atau hanya sekadar retorika politik.

Menjadi rakyat memang identik sebagai objek penderita. Dan, penderitaan itulah yang efektif dan laris sebagai jualan politik. Terutama jika pada musim pilkada atau menjelang pemilihan anggota legislator. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan