Respons Perintah Mabes Polri, Polda Sulsel Buru Pinjol Ilegal

Kamis, 24 Juni 2021 17:15

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sudah banyak informasi, bahwa tidak sedikit masyarakat menjadi korban pinjaman online ilegal. Mabes Polri pun turun tangan memberantas itu.

Bareskrim Mabes Polri mencatat, ada sekitar tiga ribu pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, mengatakan, saat ini juga tengah menelusuri keberadaan beberapa pinjaman online itu yang ada di wilayahnya.

Betapa tidak. Pinjaman yang tidak terdaftar di badan pengawas lembaga keuangan itu dapat merugikan masyarakat. Apalagi bagi mereka yang terdampak Covid-19.

“Terhadap pinjaman ilegal, tentu yang tidak terdaftar di OJK itu banyak ini yang meresahkan masyarakat,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Sampai dengan saat ini, pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan atas pinjaman online ilegal tersebut. Kendati, pihaknya tetap melaksanakan perintah Mabes Polri, untuk memberantas pinjaman itu.

“Laporan sampai saat ini belum ada (pinjaman online ilegal). Tapi korban di kita belum ada (laporan dari korban di Sulsel),” terang Zulpan kepada wartawan.

Sebanyak tiga ribu pinjaman online (Pinjol) ilegal yang beroperasi di Indonesia, tengah diburu oleh Mabes Polri. Pinjaman itu tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menegaskan pemberantasan terhadap ribuan pinjaman online ilegal, harus dilakukan demi membuka jaringan pelaku.

Hal ini dianggap sangat berbahaya dan dapat merugikan masyarakat yang tengah terhimpit masalah ekonomi. Apalagi di masa pandemi Covid-19.

“Kan ada yang sedang ditangani oleh Bareskrim, kita juga koordinasi dengan OJK. Hasil penyidikan yang berjalan tentu untuk membuka jaringan dan keterkaitan antar penyedia pinjol ilegal,” katanya, dalam akun IG Divisi Humas Polri.

“Sebaran lokasi para pelaku bisa di (berbagai) daerah. Input kita sampaikan kepada wilayah untuk juga membantu melakukan penindakan,” jelas perwira tinggi Polri tiga bintang ini. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
9
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar