Serbuan Vaksinasi di Lapangan Prapat Kurung Surabaya, KSAL Target 1.200 Orang

Kamis, 24 Juni 2021 17:58

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Rafika Yahya/Jaw...

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mewakili Panglima TNI Hadi Tjahjanto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan program Serbuan Vaksinasi di Lapangan Prapat Kurung Surabaya pada Kamis (23/6). Dalam kegiatan itu, ribuan warga memadati lapangan yang berdampingan dengan RS PHC Surabaya.

Khofifah dan KSAL Yudo langsung meninjau tenda registrasi, skrining, dan vaksinasi. Khofifah sempat berinteraksi dengan salah satu peserta vaksinasi di meja skrining. Namun, tak lama kemudian hujan turun deras. Kegiatan tersebut sempat terhenti selama satu jam.

Sekitar pukul 13.30, kegiatan vaksinasi kembali dilanjutkan. KSAL Yudo mengatakan, program vaksinasi hari ini (24/6) ditargetkan menjangkau 1.200 warga.

”Target 1.200. Sekarang sudah 750. Kami berharap mendukung program 1 juta vaksinasi yang ada di 100 titik di antaranya di pelabuhan,” jelas Yudo.

Dia berharap agar kegiatan di pelabuhan yang jadi sentra ekonomi tersebut berjalan lancar tak terganggu Covid-19. Selain di Pelabuhan Tanjung Perak, program Serbuan Vaksinasi juga akan dilakukan di Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Makassar.

”Vaksin yang digunakan saat ini AstraZeneca. Di Semarang sinovac. Sama saja ya. Serbuan Vaksinasi akan dilakukan berkala,” ucap Yudo.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sehingga, untuk dosis kedua, ABK atau pekerja di pelabuhan tidak perlu kembali ke Tanjung Perak. ”Sudah terintegrasi. Jadi bisa langsung di sana,” terang Yudo.

Yudo menambahkan, sudah mendapat arahan dari Panglima TNI Hadi Tjahjanto supaya petugas PPKM Skala mikro selalu siaga membantu pelaksanaan testing dan tracing. Harapannya, kasus konfirmasi positif Covid-19 dapat ditemukan sedini mungkin. ”Sehingga memungkinkan perawatan lebih baik dan mencegah penularan. Kemudian mampu mengoptimalkan fungsi PPKM skala mikro dengan membantu menegakkan prokes dan memantau kasus aktif Covid-19,” kata Yudo.

PPKM mikro, lanjut dia, akan dilakukan sesuai dengan Inmendagri No 3 Tahun 2021. Diharapkan seluruh program vaksinasi nasional 1 juta per hari berjalan baik dan lancar.

Pelabuhan Tanjung Perak dipilih karena sebagai pelabuhan internasional dan menjadi penopang ekonomi. Sehingga, mobilitas cukup tinggi. ”Ini penting karena Pelabuhan Tanjung Perak menjadi keluar masuk kapal asing lewat tol laut. Sehingga butuh mobilitas pekerja, operator kendaraan, dan lainnya,” ujar Yudo.

Pelaksanaan vaksinasi melibatkan puluhan vaksinator dari diskes koarmada, diskes Lantamal, RSPAL Ramelan, RS Marinir, Satkes Kodiklatal, RSAL Sukantya Juanda, Kesdam Brawijaya, Bidokkes Polda Jatim, dan KKP Tanjung Perak. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
4
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar