Akademisi: DPRD Makassar Tunamoral, Anggaran Konsumsi Jumbo di Tengah Penderitaan Rakyat

Jumat, 25 Juni 2021 13:58

ILUSTRASI. Anggaran jumbo Makan-minum DPRD Makasar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR – Polemik anggaran jumbo makan minum Rp22,648 miliar di DPRD Makassar terus disorot. Ada unsur tunamoral di balik konsumsi besar itu.

Dengan kondisi warga yang sebagian terpuruk karena pandemi Covid-19, lembaga perwakilan rakyat itu mestinya lebih sensitif. Kepekaan diperlukan untuk mengatasi dampak pandemi.

Jalaluddin Basyir, akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengatakan sebaiknya dewan lebih menunjukkan kinerjanya daripada mengkalirifikasi temuan FAJAR.

“Jadi saya pikir dewan juga harus menunjukkan kinerjanya yang prorakyat daripada mengklarifikasi pemberitaan media juga dengan iklan di media,” kata Jalal, Kamis, 24 Juni.

Pembelaan dengan mengatakan prorakyat itu seharusnya lebih ditunjukkan dengan karya dan kinerja.”Slogan prorakyat itu sebenarnya ingin dilihat langsung oleh masyarakat. Bukan hanya dengan janji, tapi kinerja dan karya,” ungkap alumnus Komunikasi UGM ini.

Pada era keterbukaan informasi ini, transparansi perlu bagi lembaga untuk pertanggungjawaban kepada publik, baik secara administrasi, dan yang utama secara moril.

Analis mana pun, yakinnya, pastinya sepakat bahwa lembaga negara apa pun itu tidak boleh antikritik. “Kritik dan evaluasi itu menunjukkan kepedulian. Keliru jika ada yang seperti itu,” sebutnya.

Apalagi, di tengah kondisi pandemi, sangat tidak etis. Banyak kesusahan, di-PHK, gaji dipotong, dan honor dikurangi, sementara di sisi lain ada kelompok yang bisa dikata berlebihan dalam penganggaran.

Bagikan berita ini:
7
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar