Akademisi: DPRD Makassar Tunamoral, Anggaran Konsumsi Jumbo di Tengah Penderitaan Rakyat

Jumat, 25 Juni 2021 13:58

ILUSTRASI. Anggaran jumbo Makan-minum DPRD Makasar

Apalagi, di tengah kondisi pandemi, sangat tidak etis. Banyak kesusahan, di-PHK, gaji dipotong, dan honor dikurangi, sementara di sisi lain ada kelompok yang bisa dikata berlebihan dalam penganggaran.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah Capture-65-1024x366.jpg

“Kata kuncinya adalah tunamoral. Kenapa? Saat masa pandemi ini seharusnya seluruh perangkat lembaga negara tidak buru-buru atau mengedepankan ego sektoralnya,” urai dosen Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Makassar ini.

“Utamakan kepentingan rakyat adalah tindakan moral konstitusi yang wajib dan utama. Dengan begitu kepercayaan dan simpati publik dapat dijaga,” jelasnya.

Bagi-bagi “Kue”

Selain anggaran konsumsi yang jumbo, proyek fisik di DPRD Makassar juga menuai pertanyaan. Untuk proyek renovasi, dipecah-pecah menjadi beberapa item.

Pengamat pemerintahan Universitas Hasanuddin Sukri Tamma mengatakan secara teknis hal tersebut bisa saja dilakukan oleh pemerintah. Dengan catatan,apa yang dilakukan sifatnya segera dan mendesak.

“Memang aturannya, kalau memungkinkan dilakukan tentu dengan suatu perhitungan teknis tertentu. Misalnya supaya dapat dikerjakan segera dan tidak hanya satu pengusaha saja yang terlibat untuk bertanggung jawab,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
8
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar