Akademisi: DPRD Makassar Tunamoral, Anggaran Konsumsi Jumbo di Tengah Penderitaan Rakyat

Jumat, 25 Juni 2021 13:58

ILUSTRASI. Anggaran jumbo Makan-minum DPRD Makasar

Biasanya, hal ini dilakukan agar hasil dari pekerjaan bisa maksimal. Selain itu, upaya percepatan karena sebuah keharusan, memang perlu dilakukan secara ramai-ramai.

“Pada akhirnya yang menjadi targetnya apakah pemecahan tersebut dapat memberikan efek yang lebih baik pada proyek yang dituju. Jadi tentu penilaiannya nanti adalah hasil yang dicapai dan proses yang tidak melanggar ketentuan,” lanjutnya.

Meski begitu, jika motif yang dilakukan hanya untuk “bagi-bagi kue”, itu sangat disayangkan. Imbasnya, bisa saja proyek yang dikerjakan tidak maksimal dan tidak sesuai peruntujannya.

“Kalau sejak awal dimaksudkan untuk ‘bagi-bagi kue’ lewat pemecahan proyek agar dapat memenuhi syarat untuk penunjukkan langsung, maka hal ini tentu harus menjadi perhatian. Karena adanya potensi proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan target yang diinginkan,” bebernya.

Jika memang indikasi “bagi-bagi kue” itu benar adanya, tentu saja bisa mencederai profesionalitas dan integritas legislatif dalam bekerja. Terlebih lagi, mereka menjual nama dan kepercayaan rakyat.

“Kalau ini dilakukan sejak awal, tentu berpoetensi mencederai aspek profesionalitas, apalagi dengan memecah proyek menjadi bebeberapa bagian sehingga dapat dilakukan penunjukkan langsung,”sambungnya.

Bagikan berita ini:
3
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar