Covid-19 Meningkat, Jokowi Sebut Harus Direspons dengan Kebijakan Cepat dan Tepat

Jumat, 25 Juni 2021 20:43

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Sekretariat Presiden/Youtube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penanganan COVID-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kesamaan frekuensi dinilai penting untuk menghadapi situasi pandemi. Pemerintah pusat dan daerah harus menyatukan visi untuk mensukseskan program.

“Kita harus tetap waspada. Situasi yang hadapi masih extraordinary. Karena itu harus direspon dengan kebijakan yang cepat dan tepat. Dibutuhkan kesamaan frekuensi oleh semua pihak. Baik di semua tataran lembaga negara dan di seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah,” kata Presiden Joko Widodo disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/6).

Dia membeberkan langkah yang telah dilakukan pemerintah sejak awal pandemi. Salah satunya perubahan APBN. Sejak pandemi muncul di tahun 2020, pemerintah melakukan langkah-langkah perubahan APBN. Refocusing dan realokasi anggaran di seluruh jenjang pemerintahan. Selain itu, memberi ruang relaksasi APBN dapat diperlebar di atas 3 persen selama 3 tahun.

“Pelebaran defisit harus dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara makin meningkat. Terutama untuk penanganan kesehatan dan perekonomian pada saat pendapatan negara mengalami penurunan,” terang Jokowi.

Kepala Negara mendorong setiap lembaga negara melakukan sharing the pain dalam menghadapi pandemi. Semangat kebersamaan dan siap menanggung beban bersama menjadi kunci utama.

“Alhamdulilah kita mampu menangani peningkatan belanja kesehatan sekaligus menjaga ekonomi Indonesia dari berbagai tekanan. Meskipun kita sempat mengalami kontraksi yang dalam di kuartal kedua tahun 2020 yaitu -5,32 persen, tapi kuartal berikutnya melewati rock bottom. Ekonomi Indonesia tumbuh membaik sampai kuartal I 2021 kita berada di -0,74 persen,” paparnya.

Bagikan berita ini:
4
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar