Disebut Minta Fee, Pejabat Kemdagri: Keterangan Jumras Mengada-ada

Jumat, 25 Juni 2021 11:37

BERI KESAKSIAN Supir pribadi Agung Sucipto, Nuryadi (kanan atas) dan mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras (kana...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) ikut terseret kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Sulsel. Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto disebut menerima uang fee proyek di Sulsel.

Dugaan keterlibatan pejabat Kemdagri diungkap oleh mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras. Dia menjadi saksi tambahan yang dihadirkan dalam sidang lanjutan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Agung Sucipto alias Anggu di Pengadilan Tipikor, Kamis, 24 Juni.

Jumras menyebut permintaan fee oleh Ardian terkait cairnya Dana Alokasi Khusus (DAK) di Sulsel. Dalam kesaksiannya, Jumras mengaku saat masih menjabat Kabiro Pembangunan dan berhasil mencairkan dana Alokasi Khusus (DAK) di Sulsel sebesar Rp80 miliar, dirinya pernah diminta fee oleh Mochamad Ardian Noervianto. Ardian kala itu masih menjabat direktur di Kemdagri.

“Anggaran DAK yang cair Rp80 miliar. Saya dimintai fee oleh direktur namanya Pak Ardian, pejabat di Kemendagri,” ujarnya di Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 24 Juni.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemdagri, Mochamad Ardian kepada FAJAR menegaskan, keterangan Jumras mengada-ada. Sesuai aturan, pengusulan DAK Fisik dilakukan melalui aplikasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (Krisna). Pernyataan Jumras disebutnya tidak logis.

“Tidak benar itu. Terkait DAK, semua melalui aplikasi Krisna pengajuannya. Tidak melalui personal. Tidak ada proposal-proposal jika DAK,” ungkapnya.

Bagikan berita ini:
10
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar