Favorit Juara Kumpul di Jalur Neraka

Jumat, 25 Juni 2021 17:37

Piala Eropa 2020/Sport Bible

FAJAR.CO.ID, BUDAPEST—Piala Eropa 2020 sudah memasuki babak 16 besar, akhir pekan ini. Pertandingan sengit bakal tersaji mengingat beberapa favorit juara berada di jalur neraka

Sang juara bertahan, Portugal yang sejak awal disebut-sebut sebagai kandidat kuat bersama Prancis bahkan sudah harus berhadapan dengan jagoan lainnya, Belgia. Portugal harus saling bunuh dengan negara peringkat satu FIFA tersebut setelah hanya finis di peringkat ketiga Grup F.

Pemenang laga yang akan digelar 28 Juni mendatang ini tidak bisa langsung tersenyum apalagi bersantai. Pasalnya, di babak delapan besar, mereka kembali harus melakoni laga yang kemungkinan tak kalah sulit.

Italia yang memenangi 11 pertandingan terakhir mereka diprediksi akan menjadi lawan mereka di perempat final. Gli Azzurri seperti diketahui hanya akan ditantang Austria. Di atas kertas, anak asuh Roberto Mancini bisa mengatasi perlawanan David Alaba dkk.

Pelatih Portugal, Fernando Santos mengakui ujian mereka memang sangat berat. “Ini lawan yang tangguh. Mereka berada di peringkat pertama. Kami akan mempelajari lawan kami dengan baik dan kami akan mempresentasikan apa yang kami pikir terbaik,” tegas Santos di situs resmi FPF terkait pertandingan kontra Belgia.

Belgia mendapat keuntungan di babak 16 besar sebab mereka mendapat setidaknya istirahat 48 jam lebih lama dibandingkan Portugal. Namun, Santos menegaskan tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut. “Tidak dirugikan. Istirahat sangat penting, kami harus pulih. Kami tidak dapat menggunakan ini sebagai alasan,” jelasnya di UEFA.com.

Yang terpenting menurut Santos adalah persiapan. Termasuk kemungkinan perubahan komposisi pemain dan strategi menghadapi Belgia. “Mari kita analisis tim dan bersiap untuk pertandingan dengan tujuan biasa: bergerak maju,” ujar eks pelatih Yunani tersebut.

Bek Portugal, Diogo Dalot menambahkan, “Kami akan punya waktu untuk menganalisis Belgia tetapi yang paling penting sekarang adalah mengisi ulang baterai kami. Kami memiliki sedikit waktu istirahat tetapi kami harus pulih agar tim siap untuk pertandingan hari Minggu (Senin) dan kami pasti akan melakukannya.”.

Prancis yang diklaim sebagai unggulan pertama turnamen empat tahunan ini juga akan mendapat tantangan berat menuju podium juara. Mereka memang hanya akan menghadapi Swiss di babak 16 besar. Namun, setelah itu Spanyol atau Kroasia sudah menunggu mereka di delapan besar.

Tapi seperti Santos, Pelatih Prancis, Didier Deschamps yang berbicara kepada BeIN Sports memastikan timnya siap bertarung. Bagi Deschamps, mereka memang tidak berencana menghindari jalur neraka ini dan cukup menyesalkan hasil imbang 2-2 kontra Portugal.

“Kami memberi mereka dua gol dari kesalahan. Kami mencoba memenangkannya. Itu berarti kami berada di puncak dan itulah posisi terbaik. Kami akan menghargainya dan berusaha pulih sekarang karena kompetisi baru dimulai,” ujarnya.

Gelandang Prancis, Paul Pogba mengamini pernyataan pelatihnya. “Kami puas dan yang terpenting adalah memuncaki grup. Kami berhasil melakukannya di grup yang tidak mudah. ​​Kami tahu kami perlu berkembang,” jelas Pogba.

Kubu Spanyol yang ditantang Kroasia di babak 16 besar juga sangat siap melakoni babak sistem gugur di jalur neraka. Menyusul kemenangan 5-0 atas Slowakia, Pelatih Tim Matador, Luis Enrique menyebut pasukannya sangat sangat percaya diri. “Suasananya luar biasa dan kami sekarang tidak sabar untuk pertandingan berikutnya. Tapi kami pasti memiliki hal-hal yang harus diperbaiki,” kata Enrique.

Sergio Busquets sementara itu memilih menunjukkan respeknya pada Kroasia. “Kroasia telah berevolusi karena satu atau dua pemain senior telah pensiun tetapi mereka juga memiliki pemain muda yang sangat berbakat. Itu, ditambah dengan pemain senior yang luar biasa dan pelatih top, membuat mereka menjadi tim yang bagus,” ujar gelandang Barcelona tersebut.

Di jalur lainnya, persaingan relatif “lebih mudah”. Delapan tim yang tergabung di jalur kedua ini yakni Jerman, Inggris, Belanda, Swedia, Wales, Denmark, Republik Ceko, serta Ukraina. Jika merujuk pada kekuatan mereka, Jerman, Inggris, dan Belanda diprediksi menjadi kekuatan terbesar jalur ini.

Akan tetapi, Jerman dan Inggris sudah harus bertemu di babak 16 besar. Dan Inggris jelas diuntungkan dengan status tuan rumah. Kendati demikian, Pelatih Jerman, Joachim Loew meyakini skuatnya siap menghadapi Inggris. “Sangat bagus bahwa kami berhasil lolos dari grup yang sulit ini. Sekarang kami bisa menantikan pertandingan melawan Inggris,” tegas sang pelatih.

Pemenang Inggris kontra Jerman akan ditantang Swedia atau Ukraina. Swedia tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan internasional terakhir mereka, memenangkan tujuh di antaranya. Anak asuh Janne Andersson juga mencatatkan enam clean sheet dalam delapan pertandingan dan hanya kebobolan tiga kali. Mereka jelas akan menjadi kuda hitam dan dijagokan saat berhadapan dengan Ukraina.

Sedangkan Belanda, mereka akan menjadi favoirt saat berhadapan dengan Republik Ceko. Kalau mereka benar-benar bisa mengatasi Ceko, anak asuh Frank De Boer akan ditantang pemenang Wales versus Denmark yang memiliki kekuatan yang relatif berimbang. (amr)

Bagikan berita ini:
9
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar