Karyawan Berjiwa Entrepreneur Merupakan Aset Penting Perusahaan

Jumat, 25 Juni 2021 17:22

Diskusi daring Edutalk BMI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Acap kali muncul sebuah pertanyaan, mengapa karyawan profesional harus punya sikap dan jiwa kewirausahaan atau entrepreneur. Jawabannya sederhana, seorang karyawan akan punya nilai plus jika dalam dirinya terdapat jiwa kewirausahaan.

Mengapa? Sebab karyawan tersebut akan mampu melihat peluang bisnis baru, inovatif, adaptif dan mampu mengatasi perubahan, serta lebih proaktif terhadap pengembangan bisnis perusahaan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi daring Edutalk BMI dengan tema Memilih Jalur Perguruan Tinggi sebagai Entrepreneur atau Profesional yang disiarkan secara live di kanal YouTube Fajar Online, Jumat (25/6/2021).

Hadir sebagai pembicara adalah Ahmad S Ilham, Regional CEO PT Bank Muamalat bersama Rektor IBK Nitro Makassar Dr. H. Moh. Hatta Alwi Hamu, SE, M.Si.

“Up your skill!” demikian seruan yang mengemuka dalam diskusi daring ini.

Ahmad S Ilham mengatakan seorang karyawan juga harus punya jiwa entrepreneur. Jika seorang karyawan punya jiwa itu maka tentu akan punya nilai lebih. Artinya baik itu pengusaha maupun kayawan harus punya nilai itu.

Karena jika hanya jadi karyawan tanpa adanya jiwa entrepreneur maka kita hanya stuck di karir karyawan saja. Tapi jika ada jiwa entrepreneur maka kita bisa lebih cepat. Karena kita punya kemampuan adaptasi yang baik, loyalitas tinggi terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

Karyawan dengan jiwa intrapreneur bisa saja seseorang yang berada di jajaran eksekutif atau justru staff biasa, namun dengan karakternya yang berbeda dengan karyawan lainnya.

Dengan keunikan karakter yang dimilikinya tersebut menunjukkan jika ia bukan sekedar karyawan yang menganggap bekerja sebagai rutinitas. Ia memiliki passion yang kuat serta memiliki kemampuan dalam mengeksplor hal-hal baru yang dapat membuat perusahaan terus berkembang dengan inovasi-inovasi mutakhir.

“Termasuk jadi bankir, kita juga harus punya jiwa entrepreneur. Karena kita akan sulit berkembang,” kata Ilham yang juga merupakan alumni IBK Nitro Makassar sebagai sekolah pencetak bankir.

Ilham kemudian menceritakan karir profesionalnya. Selepas menyelesaikan pendidikannya di Nitro, ia kemudian bekerja di perusahaan yang bergerak di sektor Event Organizer (EO). Setelah itu ia mendapat tawaran bekerja di salah satu bank swasta ternama.

“Saya sendiri beberapa kali pindah bank, mayoritasnya saya diajak. Kalau kita diajak bekerja disuatu perusahaan tentu kita akan naik level. Makanya saya bersyukur sekali pernah belajar di Nitro. Karena ada skill,” ungkapnya.

Lantas bagaimana jika ingin jadi entrepreneur tapi tidak menyadari ada potensi itu di dirinya?

Rektor IBK Nitro Makassar Dr. H. Moh. Hatta Alwi Hamu menjelaskan, di masa pandemi seperti ini, siapa yang punya jiwa entrepreneur maka dia akan survive atau bertahan.

Kenapa, karena karyawan itu akan punya inovasi-inovasi baru untuk terus berkembang baik untuk dirinya maupun perusahaan. Hal-hal seperti ini yang dibutuhkan sebuah industri.

“Misalnya sewaktu-waktu dia di-PHK, maka ia akan membuat usaha-usaha baru untuk bertahan hidup. Karena skill entrepreneur itu,” terangnya.

Artinya, karyawan dengan jiwa intrapreneur ini akan memberikan kontribusi positif bagi sebuah perusahaan tempatnya bekerja.

Ilham kembali menambahkan, soal potensi entrepreneur, disadari atau tidak pasti jiwa itu akan keluar dengan sendirinya. Karena potensi itu tidak akan membatasi ruang gerak kita, meski kita sebagai karyawan sekalipun. Pasti ia akan proaktif melakukan sesuatu. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
8
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar