Penganggaran DPRD Makassar, Perlu Waspada Diatensi Yudikatif

Jumat, 25 Juni 2021 14:32

aswar hasan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamat Politik dan Pemerintahan Aswar Hasan menilai dengan adanya investigasi FAJAR terhadap penganggaran di DPRD Makassar, seharusnya membuat mereka berterima kasih.

Bukan tanpa alasan, Aswar yang juga dosen di FISIP Universitas Hasanuddin ini menuturkan bahwa hal itu justru pula menjadi warning bagi DPRD, termasuk bagi instansi lain.

“Kalau tidak ada berita FAJAR mereka, kan, tidak tahu. Daripada nanti diam-diam lalu disidik kejaksaan, bagaimana? Apalagi, kejaksaan cenderung mengatensi itu. Tapi beruntung ada peringatan sebelumnya dari media,” kata Aswar, Kamis 24 Juni.

Selain menjadi peringatan dini, ia pun menilai ada hikmah di balik investigasi FAJAR. Apalagi, istilah pecah proyek, itu disebutnya memang sangat riskan.“Jika tidak diungkap oleh media, masyarakat pun tidak pernah tahu,” sebutnya.

“Boleh jadi, ini juga terjadi di instansi lain. Saya tidak menyebut instansinya, tapi biasanya ada. Justru seharusnya DPRD yang mengungkap ini, kalau dia sendiri tidak bisa mengoreksi diri, bagaimana dia mengkritisi, misalnya, pemecahan proyek di pemerintahan? Saya tidak menuduh, tapi kemungkinan ada,” pungkasnya.

Sekali lagi ditekankannya, bersuaranya Kejati dan BPK adalah warning sekaligus ada hikmah di situ. Media, lanjut dia, adalah mitra kerja.

Maka dari itu, sangat dia sayangkan tata cara Humas DPRD Makassar yang sebelumnya melakukan klarifikasi melalui iklan media cetak.

Bagikan berita ini:
8
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar