PPKM Mikro Berlaku, UMKM Kembali Merana

Jumat, 25 Juni 2021 09:38

Pakar Ekonomi UIN Alauddin Makassar, Murtiadi Awaluddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang kian diperketat diprediksi akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lambat. Sektor UMKM akan sangat terdampak.

Aturan PPKM yang termuat dalam Instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 2021, salah satunya meminta agar kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam kawasan zona merah Covid-19 membatasi kegiatan usaha hingga pukul 18.00 malam.

Pakar Ekonomi UIN Alauddin Makassar, Murtiadi Awaluddin mengatakan kebijakan tersebut akan semakin memberikan posisi sulit bagi pengusaha, apa lagi bagi UMKM.

“Seperti pengusaha sari laut, martabak gorengan, warkop, kedai-kedai, warung makan dan lain-lain. Mereka inikan para pengusaha kecil yang berharap keuntungan dari aktivitas malam,” kata Murtiadi, Kamis (24/6/2021).

Lanjut Dosen Ilmu Ekonomi dan Manajemen ini, pembatasan akan membuat UMKM menjerit. Akan membuat omzet mereka menurun.

“Sebaiknya pemerintah kota melakukan kajian akademik matang-matang dampak pemberlakuan ini terutama bagi UMKM, apalagi di tengah zonasi Sulsel yang tidak lagi mengkhawatirkan,” jelasnya.

Menurut dia, yang perlu diperkuat sebenarnya arus kedatangan masyarakat dari luar Makassar, jangan sampai mengganggu stabilitas kesehatan yang ada di dalam kota. Tentu sembari terus menguatkan sektor ekonomi mulai dari bawah.

Diketahui, Pemerintah Kota Makassar resmi menerapkan Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Malam hingga 5 Juli 2021.

Kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Menteri tentang PPKM. Dimana operasional usaha malam dibatasi hingga pukul 20.00 Wita, juga ada pembatasan kapasitas pengunjung yang hanya diberikan sebesar 25% saja. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
3
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar