Varian Baru Covid-19 Sudah Menyebar di Pulau Jawa, Epidemiologi Beri Peringatan Begini ke Pemkot Makassar

Jumat, 25 Juni 2021 11:53

Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulawesi Selatan, Prof Ridwan Amiruddin (Foto: Selfi/Fajar).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Virus Covid-19 semakin kuat. Mulai bermutasi dan lebih berbahaya. Virus yang berasal luar negeri ini bahkan sudah masuk di Indonesia dan menyebar di Pulau Jawa.

Varian baru tersebut antara lain B.117 asal Inggris, kemudian B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.

Ahli Epidemiologi Unhas, Prof Ridwan Aminuddin, memperingatkan pemerintah bahwa varian baru yang ada di pulau Jawa patut diwaspadai. Tingkat penularan varian tersebut diklaim dapat mencapai 60 sampai 70% lebih tinggi.

“Jadi kita anggap saja seluruh pulau Jawa episentrum, itu artinya semua penerbangan dari Jawa itu semestinya sulsel lakukan antisipasi pelaku perjalanan dari wilayah tersebut,” tuturnya, Jumat (25/6/2021).

Dirinya juga mengatensi Makassar sebagai ibu kota Provinsi. Kota Makassar dianggap paling potensial sebagai awal mula ledakan kasus lantaran tingginya mobilitas warga.

Dia mengatakan pemerintah kota perlu bertindak cepat untuk mengantisipasi kasus, utamanya varian baru. Peningkatan saat ini tidak boleh disepelekan, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas pelacakannya, kapasitas lab hingga kapasitas terapi untuk pasien. Apalagi penganggaran dari Pusat ke Makassar tergolong tinggi tercata penganggarannya menjadi tertinggi ketiga secara Nasional.

“60 sampai 70% kasus itu ada di Makassar. Pemerintah kota saya lihat sudah. Kan ada saya lihat pemkot ini ada program Covid Hunter. Makassar mendapatkan dana yang cukup besar no 3 nasional dalam budgetting dari Bappenas. Itu langkah bagus untuk tingkatkan kapasitas tracing, kapasitas lab, kapasitas pelacakkan kapasitas terapi untuk pasien Covid,” katanya.

Bagikan berita ini:
2
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar