Gugatan Kubu Moeldoko Cs Disebut Bisa Bikin Malu Jokowi, Pengamat: Presiden Harus Bertindak Tegas

Sabtu, 26 Juni 2021 15:58

KLB kubu Moeldoko.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Gugatan Demokrat kubu Moeldoko atas keputusan Menkumham Yasonna H Laoly bisa berakibat buruk bagi Presiden Jokowi. Presiden perlu bersikap tegas ke Kepala KSP Moeldoko.

Diketahui, beberapa bulan lalu, Menkumham menolak pengesahan kepengurusan Demokrat KLB Deliserdang atau versi kubu Moeldoko.

Konflik di tubuh Partai Demokrat masih berlanjut. Kali ini kubu Moeldoko menggugat Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly yang menolak pengesahan kepengurusan Demokrat hasil KLB Deli Serdang.

Gugatan tersebut diduga diketahui dan disetujui Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Karena tanpa persetujuannya, kuasa hukum tentu tidak berani mendaftarkan gugatan ke Pengadila Tata Usaha Negara Jakarta pada Jumat (25/6/2021).

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga mengatakan, gugatan yang dilayangkan kubu Moeldoko terhadap keputusan Menkumham Yasonna Laoly dapat mempermalukan Presiden Jokowi.

Sebab, Kepala KSP itu menggugat keputusan koleganya yang sama-sama duduk di kabinet Jokowi.

“Keputusan Menkumham itu dengan sendirinya sebagai representasi keputusan Jokowi sebagai Presiden Indonesia,” jelasnya.

“Karena itu, kalau Moeldoko menggugat keputusan Menkumham sama saja menggugat keputusan Presiden Jokowi,” ujar Jamiluddin, Sabtu (26/6).

Sebagai bawahan dan orang kepercayaan Presiden, Moeldoko tidak selayaknya melakukan hal itu.

“Gugatan kubu Moeldoko itu sudah mendegradasikan kredibilitas Jokowi sebagai Presiden,” tegas Jamiluddin.

Bagikan berita ini:
9
6
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar