Korona Intai Anak dan Remaja

Sabtu, 26 Juni 2021 12:02

Ilustrasi anak. foto: shutterstock

Di kota kecil Lasingerland, Belanda, dari sekitar 818 guru, murid, staf sekolah yang diperiksa, ada 123 kasus positif, 46 di antaranya terinfeksi varian B117.

Terpisah, Dokter Spesialis Anak Siloam Hospital Makassar, dr Bob Wahyudin menuturkan, dahulu ketika anak-anak terindikasi virus, cenderung tidak bergejala. Saat ini, sudah banyak anak yang memiliki gejala berat ketika terkena virus.”Sebenarnya sudah berubah itu. Banyak saat ini anak yang memiliki gejala berat. Untuk itu, kita harus tetap waspada,” katanya.

Ketika anak-anak terindikasi tanpa gejala, justru sangat bahaya bagi lingkungan sekitar. Tetapi bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun seperti itu.

“Kita harus hati-hati, kalau misalnya sudah waspada. Anak tersebut mereka gendong. Atau nenek yang pergi mengendong dia. Sehingga menjadi sumber penularan yang tidak kita sadari,” ungkapnya.

Dokter Bob menegaskan peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak agar terhindar virus tak kasat mata ini. Juga guru, apabila anak sudah bersekolah secara tatap muka kembali.

Bagikan berita ini:
2
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar