Korona Intai Anak dan Remaja

Sabtu, 26 Juni 2021 12:02

Ilustrasi anak. foto: shutterstock

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Virus korona banyak bermutasi. Varian baru pun disebut banyak menginfeksi remaja.

Salah satunya, Covid-19 varian B117 diketahui lebih banyak. Menyerang para remaja dengan gejala sedang hingga tanpa gejala.Ahli Imunologi dan Epidemiologi Penyakit Menular FK-Unhas, Sitti Wahyuni menyampaikan, sejumlah negara memang memaparkan hal tersebut. “Ini karena memang yang lebih aktif remaja dan anak-anak, sementara varian baru itu dominan lebih mudah menyebar,” ujarnya, kemarin.

Selain itu, data dari Satgas Covid-19 Sulsel, tingkat paparan saat ini masih dominan dari remaja. Khusus di usia 20-29 tahun mencapai 25 persen. Lalu usia 30-39 tahun 24,4 persen dari total kasus di Sulsel saat ini 63.541 positif hingga, 25 Juni.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah mengingatkan melalui rilis resminya terkait adanya ancaman virus korona hasil mutasi, khususnya bagi kelompok anak-anak dan remaja.

Berdasarkan data British Medical Journal Januari 2021 di Corzano, Italia, sebagian besar warga terinfeksi Covid-19 mutasi baru ini adalah anak usia sekolah dasar atau lebih muda.

Di kota kecil Lasingerland, Belanda, dari sekitar 818 guru, murid, staf sekolah yang diperiksa, ada 123 kasus positif, 46 di antaranya terinfeksi varian B117.

Terpisah, Dokter Spesialis Anak Siloam Hospital Makassar, dr Bob Wahyudin menuturkan, dahulu ketika anak-anak terindikasi virus, cenderung tidak bergejala. Saat ini, sudah banyak anak yang memiliki gejala berat ketika terkena virus.”Sebenarnya sudah berubah itu. Banyak saat ini anak yang memiliki gejala berat. Untuk itu, kita harus tetap waspada,” katanya.

Ketika anak-anak terindikasi tanpa gejala, justru sangat bahaya bagi lingkungan sekitar. Tetapi bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun seperti itu.

“Kita harus hati-hati, kalau misalnya sudah waspada. Anak tersebut mereka gendong. Atau nenek yang pergi mengendong dia. Sehingga menjadi sumber penularan yang tidak kita sadari,” ungkapnya.

Dokter Bob menegaskan peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak agar terhindar virus tak kasat mata ini. Juga guru, apabila anak sudah bersekolah secara tatap muka kembali.

Apalagi lanjutnya, orang tua harus senantiasa mengingatkan anak-anaknya agar tetap patuh protokol kesehatan, semisal penggunaan masker. Diingatkan untuk menjauhi kerumunan, apalagi ada yang mengalami batuk beringus. Juga selalu mengingatkan kebiasaan baik, mencuci tangan dan sebagainya.

“Imun sangat utama, di mana orang tua harus menyiapkan makanan yang bergizi bagi anak. Ada kandungan vitamin, protein, karbohidrat dan seratnya yang harus terpenuhi,” tuturnya. (*)

REPORTER FARISAL-ABADI TAMRINEDITOR HARIFUDDIN-ILHAM WASI

Bagikan berita ini:
4
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar