Pelaku UMKM Generasi Kolonial Belum Optimal Masuk Pasar Digital

Sabtu, 26 Juni 2021 09:42

ILUSTRASI. UMKM

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan terus berupaya mengakselerasi sektor industri kecil dan menengah (IKM) bertransformasi digital dalam proses produksi dan bisnisnya.

Wakil Ketua bidang UMKM Apindo Sulsel, Bahrul Ulum mengatakan, dengan go digital UMKM akan otomatis naik kelas. Adanya pandemi Covid-19 memaksa perubahan perilaku masyarakat dari yang konvensional menuju digital.

“Pendekatannya dengan 3 go yakni go modern, kita tekankan pembenahan manajemen, administrasi hingga legalitas,” jelas Bahrul kepada fajar.co.id, Jumat (25/6/2021).

“Kedua, Go digital. Tanpa masuk dalam ekosistem digital, UMKM akan sulit berkembang dan naik kelas. Dan Go global, mendorong UMKM berkiprah di kancah dunia tidak hanya kelas lokal dan nasional,” lanjutnya.

Untuk kesiapannya, Bahrul mengaku pelaku UMKM yang masuk dalam keanggotaan Apindo Sulsel rata-rata sudah terhubung di ekosistem digital. Mereka hampir semua sudah menggunakan smartphone dan media sosial.

Karena pandemi telah memberi pelajaran dan memaksa UMKM masuk ekosistem itu. Jika tidak, maka tentu ketinggalan dan tidak bisa eksis.

“Harus juga masuk ke marketplace. Memaksa dia bisa foto produk, membuat katalog digital,” tandasnya.

Ia tak menampik masih ada kesenjangan bagi pelaku UMKM dari generasi milenial dan kolonial. Bagi yang kolonial agak kesulitan mengakses digital karena memang usianya. Beda dengan yang milenial yang sudah melek teknologi.

Bagikan berita ini:
6
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar