Tren Survei Melesat, Demokrat Sulsel Wajib Berbenah

Sabtu, 26 Juni 2021 13:26

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah hasil jajak pendapat yang dirilis lembaga survei menempatkan Partai Demokrat di posisi tiga besar, di bawah PDI Perjuangan dan Gerindra.

Partai berlogo mercy itu makin melesat, bahkan telah menggeser partai raksasa lainnya, salah satunya Golkar. Meningkatnya elektabilitas itu berbanding lurus dengan nilai elektoral ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai kenaikan elektabilitas ini sebagai hasil dari ujian kenaikan kelas Partai Demokrat yang diterpa prahara pada medio Januari sampai awal April lalu oleh Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) yang dipimpin KSP Moeldoko yang bisa diatasi secara cemerlang dengan hasil yang gemilang.

Selain itu, ini juga buah manis dari konsistensi Partai Demokrat yang berada di luar pemerintah sebagai oposisi, yang secara tegas memilih berkoalisi dengan rakyat dan secara terus menerus memperjuangkan aspirasi rakyat.

Lantas bagaimana kekuatan Demokrat di Sulawesi Selatan? Pemerhati politik Sulsel, Ras MD menilai Demokrat Sulsel wajib berbenah. Ajang Musyawarah Daerah yang dalam waktu dekat bakal digelar harus menghasilkan panglima perang yang bertaring guna menatap sengitnya pertarungan Pemilu tahun 2024.

Ajang suksesi kepemimpinan ini merupakan benang merah antara penyiapan calon presiden dari Demokrat dengan suksesi di daerah mutlak pararel.

Ras MD juga menyampaikan, tantangan lain yang harus bisa terjawab lewat suksesi kepemimpinan di Demokrat Sulsel adalah ketatnya kompetisi lokal.

“Kemampuan Demokrat mencetak kader yang bisa bertarung di Pilpres adalah sebuah kebanggaan. Di daerah, termasuk di Sulsel, penting menjiplak kesuksesan serupa,” jelasnya, Sabtu (26/6/2021).

Sehingga akan sangat elegan ketika Demokrat bisa mengusung kader sendiri di Pilpres, lalu di daerah-daerah ternyata bisa mengusung kader sendiri untuk pilgub dan pilkada kabupaten kota.

Direktur Parameter Publik Indonesia ini beranggapan Parpol yang bisa mengusung kader sendiri di perhelatan politik selalu bisa mendapat manfaat berlipat.

“Di antaranya, soliditas kader lebih terjaga, marwah partai yang lebih tegak, dan semangat totalitas kader yang lebih membara,” tandasnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar