BEM UI Juluki Jokowi “The King of Lip Service”, Ferdinand Meradang Kaitkan Kadrun

Minggu, 27 Juni 2021 16:13

Meme buatan BEM UI yang kini viral di medsos.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo disebut sebagai “The King of Lip Sevice” oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).

Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut menanggapi hasil kritikan yang kini jadi trending topik di twitter melalui tagar mahasiswa dan BEM UI.

Menurutnya mahasiswa UI saat ini sudah tak sepintar dulu. Ferdinand justru membalas dengan keras kritikan dari BEM UI dengan menyangkut-pautkan kualitas yang tidak sesuai harapan.

Seolah menjadikan UI sebagai cerminan kualitas mahasiswa di Indonesia, Ferdinand kemudian mempertanyakan kondisi mahasiswa yang ada di kampus lain.

Dia mentakan, sikap BEM UI itu telah tertular virus kadrun. Sehingga, ia berharap para mahasiswa dapat menjauhi virus tersebut yang dinilainya dapat merusak.

“Ternyata Mahasiswa UI skrg sudah tak pintar2 seperti mahasiswa UI jaman dulu ya. Kualitasnya sekarang cuma sprt ini. Pantes predikat Universitas2 di Indonesia ini anjlok terjerembab. UI nya saja begini, bgmn yg lain? Virus qadrun mmg bikin bodoh, jauhi, jgn rusak masa depanmu,” celoteh Ferdinand dalam akunnya @FerdinandHaean3, Minggu, (27/6/2021).

Sebelumnya, kritikan itu dilakukan oleh BEM UI dengan membuat desain grafis yang berisi kritikan keras kepada kepemimpinan Jokowi yang dishare di akun twitter resminya BEM UI yakni BEMUI_Official.

BEM UI menilai, Jokowi selama ini hanya mengobral janji manisnya tetapi realitanya seringkali tak selaras.

“Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan, dan rentetan janji lainnya,” tulis akun BEM UI.

“Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk ‘lip service’ semata,” imbuhnya.

BEM UI meminta orang nomor satu Indonesia itu berhenti membual, karena menurutnya rakyat sudah mual. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
3
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar