Desa Bersinar, Berantas Narkoba dari Wilayah Terkecil

Minggu, 27 Juni 2021 12:01

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bebas dari penyalahgunaan narkoba merupakan unsur terpenting menjadikan kehidupan masyarakat, khususnya di desa menjadi sejahtera dan sehat di masa depan.

Oleh karena itu, upaya-upaya dan langkah strategis dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sejak dini oleh berbagai pemangku kepentingan yang terlibat di wilayah desa.

Penting mendorong keterlibatan semua pihak di tingkat desa untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Tercatat, jumlah desa di tanah air ada sebanyak 74.961 desa.

“Seringkali kita ini terjebak dalam situasi merasa bahwa sekarang kondisinya aman- aman saja dari narkoba. Begitu ada persoalan masuk baru semuanya merasa bahwa ini menjadi penting, karena itu tadi penting kita melakukan pencegahan sedini mungkin,” kata Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Sugito saat Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang digelar secara virtual bertajuk “Berantas Narkoba Masuk Desa”, Sabtu (26/6/2021).

Menurut dia, seluruh pemangku kepentingan dari mulai yang terdekat yakni keluarga tokoh agama, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan harus dilibatkan. Sehingga, upaya akan efektif dalam mencegah masuknya narkoba dalam tingkat desa.

“Kita semua memahami dan menyadari begitu bahayanya narkoba bagi desa, maka secara masif baik dari aspek sosial dan kebijakan,” tuturnya.

Dalam menyinergikan hal itu, pihaknya kini berpartisipasi aktif dalam program Desa Bersinar. Program tersebut akan menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di setiap desa. Dengan begitu, ancaman narkoba masuk ke desa-desa yang rawan terjadi, dapat diantisipasi secara optimal.

Bagikan berita ini:
4
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar