Jokowi Harus Contoh Gusdur, Negarawan Siap Menerima dan Melepaskan

Minggu, 27 Juni 2021 16:21

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, secara tegas tidak setuju terkait wacana tiga periode kepemimpinan presiden.

Cak Nanto, demikian ia biasa disapa, menganggap Presiden Joko Widodo akan menjadi sosok negarawan jika berkomitmen nyata menolak wacana jabatan tiga periode.

“Bangsa Indonesia hari ini defisit negarawan. Jokowi akan menjadi negarawan jika tetap memegang teguh sikapnya untuk cukup dua periode saja,” kata Cak Nanto melalui keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021).

Bagi Cak Nanto, Indonesia sudah seharusnya belajar banyak pada sejarah masa lalu yang kelam dengan kepemimpinan oligarki Presiden Soeharto selama 32 tahun. Dirinya tak ingin matinya demokrasi kembali terjadi dalam wajah yang baru.

“32 tahun Pak Harto berkuasa, lantas apa yang terjadi? Demokrasi mati, fundamental ekonomi rapuh, oligarki tumbuh subur. Mereka yang kaya adalah mereka yang berada di lingkaran Soeharto,” ungkap Cak Nanto.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta itu lantas mengutip keteladanan dari sosok Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang memahami makna dan amanat konstitusi serta mengamalkannya.

Bagikan berita ini:
6
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar