Covid Delta Mengganas, Malaysia Perpanjang Lockdown, Australia Ikut Dampaknya

Senin, 28 Juni 2021 22:44

Petugas medis Malaysia membawa jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan (AFP)

FAJAR.CO.ID — Varian Delta virus SARS-CoV-2 melumpuhkan Asia Tenggara, Australia, dan Eropa. Jenis virus yang kali pertama muncul di India itu membuat beberapa kota dan negara terpaksa kembali menerapkan lockdown dan aturan ketat. Semua dilakukan untuk mengerem laju penularan.

Malaysia adalah salah satunya. Seharusnya lockdown nasional di negara tersebut berakhir hari ini, Senin (28/6). Namun, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperpanjangnya hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Muhyiddin siap mencabut kuntara jika angka penularan harian di bawah 4 ribu orang.

Pada Sabtu (26/6) kasus hariannya masih di angka 5.803, sedangkan Minggu (27/6) mencapai 5.586 kasus. Itu sudah turun dibandingkan awal bulan yang mencapai di atas 9 ribu kasus per hari. Total kasus penularan di Malaysia adalah 734.048 kasus dan hampir 5 ribu kematian.

Syarat lainnya adalah angka vaksinasi sudah mencapai 10 persen dan permintaan rawat di ICU menurun. Saat ini baru 6 persen dari 33 juta penduduk negeri jiran tersebut yang sudah mendapatkan vaksin penuh. ’’Saya harap itu terjadi pada pertengahan Juli nanti,’’ ujar Muyiddin kemarin seperti dikutip Bernama.

Ini adalah perpanjangan lockdown kedua. Jadwal awal adalah berakhir 14 Juni sebelum akhirnya diperpanjang pada 28 Juni. Karena situasi yang tidak bisa diprediksi, pemerintah Malaysia tidak menentukan batasan tanggalnya. Lockdown diperkirakan berdampak pada pemulihan ekonomi. Bank Dunia sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia tahun ini mencapai 6 persen. Namun kini dipangkas menjadi 4,5 persen.

Bagikan berita ini:
6
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar