Demo di KPK, Greenpeace Indonesia Suarakan Penyelamatan Lembaga Antikorupsi

Senin, 28 Juni 2021 22:17

Greenpeace Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menentang penonaktifan 75 pegawai KPK lantaran tidak lulus TWK dan kerusa...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Greenpeace Indonesia menggelar aksi unjuk rasa menentang penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) di dekat Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (28/6).

Greenpeace menyuarakan pesan menyelamatkan lembaga antikorupsi dari cengkeraman oligarki. Aksi tersebut dilakukan dengan memproyeksikan sejumlah pesan bernada protes seperti Rakyat Sudah Mual, Berani Jujur Pecat, hingga tagar Mosi Tidak Percaya ke gedung KPK menggunakan laser.

“Penyingkiran penyidik-penyidik terbaik KPK ini membuktikan bahwa KPK telah digerogoti dari dalam, menggunakan stigma radikalisme yang sesungguhnya hanya dibuat-buat untuk menyingkirkan mereka yang berintegritas,” kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace, Asep Komaruddin, dalam keterangan tertulis, Senin (28/6).

Asep mengatakan, polemik TWK ini telah mencuat sejak 75 pegawai, termasuk Novel Baswedan dan sejumlah penyidik terbaik KPK lainnya, dinonaktifkan. Ia menduga, tes tersebut adalah usulan dari Ketua KPK, Firli Bahuri.

Ia menuturkan, sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai tes yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengangkat pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) cacat prosedur.

Pengadaannya, kata dia, terkesan terburu-buru. Beberapa pertanyaan yang terdapat dalam tes sama sekali tidak berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

“Bahkan, muncul asumsi bahwa tes ini memang sudah dirancang untuk menyingkirkan mereka yang vokal dan berintegritas, dan juga mereka yang sedang menangani kasus-kasus besar seperti korupsi Bansos, e-KTP, dan buronan Harun Masiku,” katanya.

Bagikan berita ini:
9
2
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar