DKI Jakarta Bakal Naikkan Tarif Parkir Rp60 Ribu per Jam, Ihsan Suri Sebut Tidak Peka Perekonomian Masyarakat

Senin, 28 Juni 2021 22:43

Pengendara mengambil tiket parkir di Lapangan Parkir IRTI Monas, Jakarta, Rabu (23/6). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Ja...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana untuk menaikkan tarif parkir dengan tarif tertinggi mencapai Rp60.000/jam untuk mobil dan Rp18.000/jam untuk motor.

Direktur Media di Lembaga Network Society Indonesia, Ihsan Suri menilai, kebijakan itu tidak tepat mengingat masyarakat saat ini masih terdampak pandemi Covid-19.

“Kebijakan ini, meski hanya sebatas usulan, menjadi bukti bahwa Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin oleh Gubernur Anies Baswedan tidak peka terhadap perekomian masyarakat ibu kota,” ujar Ihsan Suri melalui keterangan tertulis yang diterima FIN di Jakarta, Senin (28/6)

“Seharusnya, Pemprov memikirkan cara bagaimana mengembalikan daya beli masyarakat Jakarta, bukan malah mencari jalan pintas menaikkan tarif parkir,” tegas tokoh pemuda betawi ini.

Seperti diketahui, saat ini Pemprov bersiap untuk menyesuaikan tarif parkir maksimal untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum seraya mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara menyesuaikan tarif parkir maksimal kendaraan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017.

Dalam penjelasan Dishub DKI, tarif parkir maksimal akan diberlakukan bagi kendaraan Golongan A dan Golongan B yang parkir di koridor KPP (Kawasan Pengendali Parkir). Ini merupakan lokasi di mana jalan utamanya sudah terintegrasi dengan angkutan umum massal.

Tarif parkir Golongan A untuk mobil bisa mencapai Rp 60.000 dan Golongan B Rp 40.000 per jam. Kemudian untuk tarif parkir motor di KPP Golongan A diusulkan paling tinggi Rp18.000 dan Golongan B paling tinggi Rp12.000 per jam. Besaran tarif itu akan berlaku untuk “onstreet” dan “offstreet” pada lahan milik Pemprov DKI.

Bagikan berita ini:
7
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar