Muhadjir Effendy: Apa yang Dilakukan Tidak Mencerminkan Karakternya sebagai Insan Akademis

Senin, 28 Juni 2021 19:11

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menuai kontroversi setelah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai The King of Lip Service di akun media sosial mereka. Atas hal itu, Rektorat UI pun memanggil BEM UI untuk meminta keterangan.

Mengenai hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa apa yang dilakukan BEM UI tidak selayaknya mahasiswa yang memiliki intelektual yang tinggi. “Apa yang dilakukan tidak mencerminkan karakternya sebagai insan akademis,” jelas dia, Senin (28/6).

Adapun, dalam memberikan ruang kebebasan berpendapat, perguruan tinggi memang harus memberikan jaminan akan hal itu. Selain itu, ada juga jaminan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik.

Kebebasan akademik adalah kebebasan yang diperlukan dalam relasi antar sesama dosen dan sesama mahasiswa atau antar dosen dan mahasiswa. Sedangkan kebebasan mimbar akademik digunakan dalam relasi warga kampus, khususnya guru besar dengan pihak luar.

Jadi ia menilai, sebagai insan akademis untuk menggunakan hak-hak itu, BEM UI seharusnya memahami hal tersebut. Sebab, dengan kritikan tersebut, itu mengganggu relasi antara kampus dengan pihak pemerintah. “Harus berpegang pada prinsip-prinsip akademik, di samping fatsoen (sopan santun) sebagai alat timbang tentang bagaimana kebebasan itu harus diekspresikan dengan elegan dan berkepatutan,” tandasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
6
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar