Pemanggilan BEM UI Sinyal Bahaya untuk Demokrasi

Senin, 28 Juni 2021 20:54

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu mengkritisi pemanggilan BEM UI oleh Rektorat UI menyusul postingan yang menyebut Jokowi ‘The King of Lip Service’. Pasalnya, pemanggilan ini sebagai sinyal berbahaya dalam iklim demokrasi.

“Suara kritis mahasiswa dibungkam. Pemanggilan itu kan intensinya represi, ini pengekangan, bahaya dalam demokrasi,” kata Erasmus kepada Republika, Senin (28/6).

Erasmus mempertanyakan urgensi dan waktu pemanggilan BEM UI oleh Rektorat UI. Menurutnya, pihak Rektorat UI yang mestinya disanksi pemerintah karena memaksakan pertemuan tatap muka di masa pandemi Covid-19. 

Ini tak sejalan dengan protokol kesehatan yang digadang-gadang pemerintah. Dimana mestinya, pertemuan virtual lebih baik dari tatap muka.

“Meminta penjelasan di hari Minggu, tatap muka, di saat covid begini, UI justru tidak sesuai dengan protokol kesehatan yang didorong pak Jokowi, Rektorat UI yang harusnya ditegur oleh presiden atau pemerintah,” tegas Eramsus.

Selain itu, Erasmus mencermati, tak ada aturan yang dilanggar BEM UI terkait postingan tersebut. Sehingga dia merasa heran terhadap pemanggilan BEM UI.

“Kalau pun itu urusan hukum, kan gak ada pidananya? Apa urusan hukumnya? Emang pak Jokowi tersinggung? Ya silakan Rektorat UI tanya presiden lah,” ujar Erasmus.

Erasmus menekankan, kritik terhadap pemimpin adalah hak warga negara yang menjunjung demokrasi. Apalagi menurutnya, kritik itu bukan bersifat merendahkan martabat seseorang karena disertai argumentasi.

Bagikan berita ini:
4
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar