Preview Kroasia vs Spanyol: Pertarungan Gelandang

Senin, 28 Juni 2021 16:40

Luis Enrique memberikan arahan kepada pemainnya/Julio Munoz/EFE

FAJAR.CO.ID, KOPENHAGEN—Spanyol akan saling bunh dengan Kroasia di Parken Stadium, Kopenhagen pada babak 16 besar Piala Eropa 2020, malam nanti. Kekuatan yang relatif berimbang serta kondisi yang sama-sama tengah on fire menjadi garansi laga ini bakal sengit.

Setelah memulai turnamen dengan hasil-hasil kurang meyakinkan, Spanyol maupun Kroasia berhasil menggebrak di laga terakhir fase grup. Spanyol menggasak Slowakia lima gol tanpa balas di partai pamungkas Grup E. Sementara Kroasia melumat Skotlandia dengan skor 3-1 di Grup D.

Meski hanya finis sebagai runner up grup, penampilan hebat mereka di pertandingan terakhir fase grup menjadi modal besar kedua negara. Kemenangan besar itu diyakini memberi suntikan spirit luar biasa bagi pemain kedua kubu untuk melakoni laga fase knockout. 

Kekuatan utama kedua tim adalah ketangguhan lini tengah mereka. Itu bisa dilihat dari statistik mereka. Spanyol sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA rata-rata melakukan 68,7% penguasaan bola. Sedangkan Kroasia punya catatan ball possession 54%. Angka-angka ini tak lepas dari solidnya gelandang mereka.

Karena itu, duel dini hari nanti akan menjadi perang lini tengah. Spanyol diperkirakan akan mengandalkan Koke, Sergio Busquest, serta Pedri. Tiga gelandang tersebut akan didukung mobilitas dua bek sayap mereka.

Sebaliknya, Kroasia yang berstatus finalis Piala Dunia 2018 bakal berusaha menguasai lini tengah dengan pemain-pemain seperti Luka Modrić, Marcelo Brozović, dan Mateo Kovacic. Lalu, alur serangan mereka akan dikontrol gelandang 23 tahun, Nicola Vlasic dan pemain sayap, Ivan Perisic.

Dengan kekuatan lini tengah yang relatif berimbang, kedua kubu memiliki peluang memenangkan pertandingan ini. Tidak mengherankan jika menjelang pertandingan, baik Spanyol ataupun Kroasia memilih menunjukkan respek ke lawan mereka.

“Spanyol menunjukkan kualitas nyata melawan Slowakia; mereka adalah tim muda, cepat, energik. Mereka mendasarkan permainan mereka pada tekanan tinggi dengan banyak operan, tetapi kami memiliki kualitas kami sendiri; itu tidak akan mudah untuk mereka juga. Kita bisa melawan mereka. Kita harus ingat bahwa serangan bisa menjadi alat pertahanan,” kata Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic di UEFA.com.

Mateo Kovacic mengakui pertarungan lini tengah memang akan jadi fokus kedua negara. “Pertandingan yang sulit menanti kami. Spanyol adalah tim hebat yang menyukai penguasaan bola dan suka memainkan permainan mereka. Penting bagi kami untuk mencoba menguasai bola sebanyak mungkin, untuk mengambil apa yang mereka miliki,” tegasnya.

Bek Kroasia, Domagoj Vida menambahkan, mereka sepenuhnya siap menyambut laga ini. “Spanyol adalah tim yang hebat, dengan pemain hebat tapi saya pikir mereka jauh lebih baik ketika pemain seperti Xavi [Hernández] dan [Andrés] Iniesta bermain. Tapi itu tidak berarti neraka tidak menunggu kami,” jelasnya.

Penguasaan bola juga menjadi sorotan pemain Besiktas tersebut. “Kami harus bekerja keras untuk mencoba mengalahkan mereka. Kami harus tetap tenang saat mereka menguasai bola. Saat kami menguasai bola, kami harus melakukan serangan balik dengan cepat. Mereka tidak suka tidak menguasai bola, jadi kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujarnya.

Optimisme sama dilontarkan Borna Barisic. “Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang Spanyol; mereka adalah yang terbaik. Mereka terhubung dengan baik dan memiliki pemain berkualitas. Akan sulit untuk menghadapi mereka, pertandingan yang menuntut, tetapi kami memiliki banyak keyakinan dalam diri kita sendiri,” tandasnya.

Respek dari kubu Spanyol dilontarkan Ferran Torres. Sang penyerang menegaskan, laga ini butuh kerja keras. “Kroasia adalah runner-up Piala Dunia, tim top, jadi kami tahu mereka akan menjadi lawan yang sulit. Kemenangan di Kopenhagen tergantung pada kerja keras kami,” kata pemain Manchester City tersebut.

“Kroasia telah berevolusi karena satu atau dua pemain senior telah pensiun tetapi mereka juga memiliki pemain muda yang sangat berbakat. Itu, ditambah dengan pemain senior yang luar biasa dan pelatih top, membuat mereka menjadi tim yang bagus,” imbuh Busquest.

Sebagai pemain klub Kroasia, Dinamo Zagreb, gelandang tim Matador lainnya, Dani Olmo sangat paham kekuatan Modric dkk. “Ini adalah pertandingan besar dan spesial bagi saya. Saya memiliki banyak teman di tim Kroasia. Saya tahu suatu hari nanti saya akan menjadi pemain internasional Spanyol dan bahwa saya akan bermain melawan Kroasia,” jelasnya.

Di luar dari komentar saling respek, Pelatih Tim Matador, Luis Enrique menyebut pasukannya sangat percaya diri melakoni laga ini. “Suasananya luar biasa dan kami sekarang tidak sabar untuk pertandingan berikutnya. Tapi kami pasti memiliki hal-hal yang harus diperbaiki,” kata Enrique.

Ini akan menjadi pertemuan kesembilan kedua negara dengan Spanyol unggul empat pertandingan dan Kroasia menang tiga kali. Di empat pertemuan terakhir, Spanyol dan Kroasia yang pada laga ini tidak bisa diperkuat Dejan Lovren masing-masing menang dua kali.

Khusus di Piala Eropa, ini adalah pertemuan ketiga mereka secara beruntun. Pada EURO 2012, Spanyol menang 1-0 melalui gol Jesus Navas. Sementara di Piala Eropa 2016, giliran Kroasia yang menang 2-1. Alvaro Morata sempat membawa La Roja memimpin di menit ke-7 yang kemudian dibalas Nikola Kalinic serta Ivan Perisic pada menit ke-45 dan 87. (amr)

Prakiraan Pemain

Kroasia (4-3-1-2): Livakovic; Juranovic; Vida, Caleta-Car, Gvardiol; Modric, Brozovic, Kovacic; Vlasic; Perisic, Petkovic

Pelatih: Zlatko Dalic

Spanyol (4-3-3): Unai Simón; Azpilicueta, Eric García, Laporte, Jordi Alba; Koke, Busquets, Pedri; Gerard Moreno, Morata, Sarabia

Pelatih: Luis Enrique

Bagikan berita ini:
5
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar