Todong Pistol Sopir Kontainer, Pengemudi Pajero B 1861 QH Itu Polisi?

Senin, 28 Juni 2021 11:02

Mobil Pajero B 1861 QH. Foto Instagram/@infokomando

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Warganet mendesak polisi mengungkap identitas pengemudi mobil Mitsubishi Pajero bernomor polisi B 1861 QH yang menganiaya sopir truk kontainer di Sunter, Jakarta Utara.

Desakan itu bukan tanpa alasan, mengingat beredar informasi di masyarakat yang menyebut pelaku adalah aparat.

Dalam video yang viral, perekam video menyebut tentara. Namun mobil Pajeri dengan nomor polisi B 1816 QH disebut-sebut milik petinggi kepolisian.

“QH Polri, moga aja gak tebang pilih nindaknya. Bikin nambah tercoreng klo ada anggota kelakuan kayak gitu,” kata salah satu warganet yang mengomentari postingan Intagram @infokomando.

“Kalau ternyata bukan anggota TNI yang merusak truk itu, perlu ditangkap sih yang videoin karna menarasikan yang tidak benar,” timpal yang lainnya.

Diktehaui, plat nomor dengan akhiran QH, RFP dan QZ adalah plat yang digunakan oleh pejabat.

Plat nomor QH termasuk plat sakti yang biasa dipakai oleh pejabat-pejabat tertentu.

Mobil yang menggunakan plat dinas QH RFP atau QZ tersebut adalah mobil istimewa, pejabat dari eselon II sampai I.

Pengguna Mobil Plat QH

Warganet penasaran dengan plat mobil Pajero B 1816 QH. Mobil tersebut disebut-sebut mobil petinggi kepolisian.

Diketahui, ekor plat mobil memiliki makna yang tidak diketahui semua orang.

Dikutip dari laman otoexpo.com, ada beberapa makna dan untuk plat dinas yang terpasang di mobilnya, yaitu:

RFU : Reformasi Udara, kode plat nomor kendaraan yang digunakan untuk petinggi atau untuk keperluan angkatan udara.

RFS : Reformasi Sekretariat Negara, kode plat nomor kendaraan yang digunakan untuk pejabat sipil. Kode RFS ini digunakan pada pejabat eselon 1 atau setingkat Dirjen di Kementrian.

RFP : Reformasi Polisi, kode plat nomor kendaraan yang digunakan bagi pejabat yang ada di kepolisian.

RFH : Reformasi Hukum, kode plat nomor kendaraan yang digunakan oleh petinggi, atau keperluan departemen Hankam.

RFL : Reformasi Laut, kode plat nomor kendaraan yang digunakan untuk keperluan angkatan laut.

RFD : Reformasi Darat, kode plat nomor kendaraan yang digunakan untuk keperluan angkatan darat.

RFO & RFQ : Kode plat nomor kendaraan yang digunakan oleh pejabat eselon 2, atau setingkat dengan direktur di kementrian

BP : Bantuan Polisi. Plat ini digunakan oleh pejabat atau keperluan bagi petugas kepolisian.

BH : Bantuan Hukum. Plat ini digunakan oleh pejabat atau kepentingan departmen hankam.

BU : Bantuan Udara. Plat ini digunakan oleh petinggi atau keperluan angkatan udara.

BD : Bantuan Darat. Plat ini digunakan oleh pejabat/petinggi untuk keperluan angkatan darat.

BL : Bantuan Laut. Plat ini digunakan oleh petinggi atau keperluan angkatan laut.

BS : Bantuan Sekretatis Negara. Plat ini digunakan untuk petinggi, atau keperluan pejabat sipil.

QH : plat yang digunakan oleh petinggi atau petugas kepolisian.

QZ : sama halnya dengan QH dan RFP, yaitu plat yang digunakan oleh keperluan kepolisian.

Sopir Truk Kontainer Ditodong Pistol

Sopir truk kontainer bernama Egi yang dianiaya pengemudi mobil Pajero B 1816 QH telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Jakarta Utara pada Minggu malam (27/6).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Dwi Prasetyo membenarkan laporan korban tersebut.

“Iya, sudah melapor semalam. Masih kita lidik,” kata AKBP Dwi Prasetyo.

Egi, sopir kontainer membeberkan kronologi kejadian saat dianiaya pengemudi Pajero di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara.

Dalam rekaman suara yang diunggah akun Instagram @infokomando pada Minggu (27/6), Egi menjelaskan secara rinci kronologi kejadian.

Awalnya, kata Egi, dia melaju di jalur satu, sedangkan mobil Pajero bernomor polisi B 1881 QH melaju di jalur dua.

Kendaraan di depan mobil Pajero ngerem mendadak, sehingga mobil Pajero membanting stir ke jalur satu.

“Jadi kan di Sunter, jalur kan ada tiga. Jalur satu, jalur dua, jalur tiga kan jalur busway. Posisi saya di jalur satu. Posisi mobil Pajero itu di jalur dua,” ucap Egi dalam rekaman tersebut.

“Nah di jalur dua itu, di depan mobil Pajero, ngerem mendadak. Nah si Pajero itu ngebuang ke kiri. Sedangkan di kiri itu ada saya,” tambahnya.

Egi langsung ngerem mendadak dan membunyikan klakson. Namun pengemudi Pajero malah emosi.

“Saya ngerem mendadak, saya klakson si Pajero itu, malah berhenti dia,” ucapnya.

Egi mengaku sempat ditodong pistol oleh pelaku, sehingga dia langsung tancap gas dan tidak meladeni pelaku.

“Dia nodong pakai pistol ke saya. Ya, saya langsung kabur. Eh malah saya dikejar-kejar ama dia. Digebuk-gebukin tuh mobil saya,” jelas Egi.

“Saya kabur arah ke Priok, dikejar terus sama dia,” sambungnya.

Sesampainya di depan pom bensin, pelaku berhasil mencegat Egi.

Pelaku turun menganiaya Egi dan memecahkan kaca depan mobilnya dengan pentungan.

Akikbat penganiayaan itu, Egi mengalami beberapa luka memar di tubuhnya.

Hingga kini identitas pelaku belum diketahui. Namun, beredar informasi jika pelaku adalah aparat.

Informasi yang beredar, mobil Pajero dengan nopol B 1861 QH merupakan milik petinggi kepolisian. Namun, belum tentu pelaku adalah polisi. (one/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
3
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar