Merasa Tak Dihargai, Gerindra dan Nasdem Akan Ajukan Hak Interplasi Soal Pinjaman PEN

Selasa, 29 Juni 2021 11:10

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone, Andi Muh Salam

FAJAR.CO.ID, BONE — Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berbuntut panjang. Dua fraksi di DPRD Bone bakal mengajukan hak interplasi.

Kedua fraksi tersebut yakni Nasdem dan Gerindra. Alasannya sederhana, merasa tak dihargai lagi soal pinjaman PEN Rp300 miliar yang tidak disampaikan kepada DPRD Bone.

“Pemda sudah tidak menghargai DPRD di beberapa poin mengenai bunga 6,19 persen,” kata Ketua Fraksi Nasdem, Andi Muh Salam Selasa (29/6/2021).

Kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone itu, bagi Nasdem pengerjaan infrastruktur yang sudah disepakati di rapat banggar adalah infrastruktur betonisasi. Tujuannya agar masyarakat bisa memanfaatkan puluhan tahun.

“Itu yang diingkari oleh pemerintah daerah. Nasdem tidak mau melihat jalannya labil. Hak interplasi ini demi masyarakat juga. Karena kami sesuai dengan program prioritas, sesuai visi misi bapak bupati,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Fraksi Gerindra DPRD Bone, dalam hal ini Fahri Rusli. Menurutnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 179 sudah ditegaskan bahwa, kepala daerah yang mengajukan permohonan pinjaman PEN memberitahukan kepada DPRD lima hari sejak diajukannya.

“Nah, ini yang tidak kami tau. Ini artinya kami di luar Badan Anggaran (Banggar) tidak diperhitungkan oleh pemerintah daerah,” sesalnya.

Makanya, Ketua Bapemperda DPRD Bone itu akan mengajukan hak interplasi untuk meminta keterangan Pemda Bone dan menanyakan hal tersebut.

Bagikan berita ini:
7
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar