Zugito Sebut Pemilihan Ketum Kadin Tak Demokratis

Selasa, 29 Juni 2021 08:02

Zulkifli Gani Otto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Kadin Indonesia, sepertinya akan tetap terlaksana. Belum ada wacana penundaan dilontarkan pemerintah.  

Namun pemilihan dipastikan tak akan berlangsung alot. Dua kandidat calon ketua umum, Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie sepakat bermusyawarah. Anindya sepakat jika Arsjad menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia. Sementara Anindya Bakrie akan didaulat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.

Sementara Ketua Dewan Penasehat Kadin Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, menganggap pemilihan ketua Kadin sudah melukai dan mencederai demokrasi. Apapun alasannya, pengumuman hasil musyawarah di istana negara menurutnya, tidak etis. Mestinya proses ini dilakukan pada Munas. 

“Kalaupun mau musyawarah di awal jangan diumumkan dulu, biarlah jadi rahasia bertiga. Untuk apa munas kalau sudah seperti ini, tidak ada gunanya,” sesalnya.

Dia bahkan menilai, jika hasil tersebut tidak beretika. Seolah pemilihan dilakukan di istana negara. Menurutnya ini menandakan jika pelaksanaan Musda baik provinsi dan kabupaten/kota, bisa dilakukan di rujab gubernur atau bupati dan wali kota. Tak perlu lagi ada musda.  

Pria yang akrab disapa Zugito ini pun menyalahkan Ketua Kadin yang sekarang, Rosan Roeslani. Tak memberikan contoh yang baik. Jangan karena mau diangkat sebagai duta besar, dia sudah memberikan contoh yang mencederai demokrasi.  

“Saya salahkan Rosan. Jangan sampai ada anggapan atas figur ketua umum Arsjad naik ketua umum istana negara. Anindya Bakri korban istana negara,” tambahnya

Bagikan berita ini:
7
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar